Ender S1 Pro (3D printer)

3D Printer oke banget hasilnya buat rumahan

Ender S1 Pro (3D printer)

Teknologi 3D printing sudah mulai berkembang pesat saat ini hingga 3D printer pun sudah bisa merambah ke rumah. Penulis berkesempatan mencoba 3D printer pada seorang teman yang bernama Julian Hafiz yang membeli Ender S1 Pro.

Penulis melihat Ender S1 Pro ini tanpa enclosure dan memiliki metal bed yang dipasang pada dasar magnet. Ada touch screen untuk display dan input tombol memulai printing.

Dimensi yang bisa dicapai oleh mesin ini berukuran 22 x 22x 27cm. Untuk ukuran action figure, kira-kira skala 1:12.

Untuk mempersiapkan mesin ini, perlu slicing di software seperti Creality Slicer. Kebetulan Creality Slicer ini bawaan dari Ender S1. File yang bisa digunakan adalah STL dan OBJ (Biasanya semua sofware 3D termasuk Blender bisa save ke OBJ dan STL file). File tersebut di-slicing dan di-save dalam file extension Gcode. Penulis mencoba dengan file Phone Stand (link) yang berukuran 163 x 75 x 120 mm dengan konversi ke cm jadi 16,3 x 7,5 x 12 cm.

Karena tak ada bagian yang mengambang dari dasar, jadi tak perlu membuat support untuk menahan bagian yang mengambang. Apabila ada bagian yang mengambang, maka akan dibuat support untuk menyanggah bagian tersebut saat proses printing berlangsung. Setelah printing beres, bagian support ini harus dirapikan atau dipotong.

File yang digunakan penulis membutuhkan waktu kira-kira 2 jam lebih hingga beres. file yang sudah beres di-convert dicopy ke SD card.

Setelah siap, SD card dipasang di Ender S1 Pro. Mesin khusus yang pro full metal bakal memanaskan filamen 200-235°C. Ender S1 Pro termasuk ke dalam FDM (Fused Deposition Modeling) 3D Printer, yaitu 3D printer yang bekerja dengan mencairkan bahan filamen dan menempatkannya lapisan demi lapisan hingga selesaikan bagiannya.

Hal utama adalah first layer (lapisan pertama). Bila first layer bagus, maka kemungkinan layer selanjutnya bisa bagus.

Fan yang ada pada extruder (bagian yang mengeluarkan filamen) mendinginkan filamen langsung setelah ditaruh pada layer berikutnya.

Setelah kira-kira 2,5 jam, akhirnya printing beres.

Setelah beres, bagian yang kurang rapi bisa dicabut atau dibakar sedikit tergantung kebutuhannya.

Hasil printingnya rapi dan tidak ada bagian yang kasar pada permukaan. Selain itu, bagian untuk menaruh HP (Mobile Phone) juga cukup kuat.  Penulis sudah mencoba HP Julian ditaruh pada phone stand hasil printing tersebut.

Penulis diberitahu bahwa Julian Hafiz membeli dengan Harga 7,5 juta Rupiah untuk yang Pro. Harga S1 biasa sekitar 6  juta Rupiah. Sebagai catatan, harga 3D printer paling murah yang tercatat Mei 2022 kurang lebih 2 juta Rupiah. Pemasangan Ender S1 Pro cukup mudah dan pemakaiannya mudah dipelajari.

Kelebihan dari Ender S1 Pro ini adalah Beginner friendly dan filamen durability cukup kuat. Selain itu, ada fitur resume printing yang berguna untuk melanjutkan printing 3D saat terjadi mati listrik pada proses printing.
Selain untuk 3D printing, Ender S1 Pro ini juga bisa digunakan untuk engraving tapi Kepala untuk engraving dijual terpisah.

Alasan memilih Ender S1 Pro ini adalah Komunitasnya besar dan suka sharing setting dalam penggunaannya. Selain itu, spare part untuk mesin ini cukup banyak tersedia. Hasil 3D printing juga cukup mudah untuk dirapikan pada bagian yang kurang rapi.

Hal yang menjadi kekurangan adalah waktu printing yang cukup lama. Bila dibandingkan dengan 3D printer dengan bahan resin, Ender S1 Pro masih membutuhkan waktu yang cukup lama untuk print 3D. Bisa dilihat untuk Phone Stand seukuran 16,3 x 7,5 x 12 cm butuh 2,5 jam, jadi bisa dipastikan untuk ukuran lebih besar pasti bisa lebih lama.

Overall, penulis merasa puas dengan hasil dari 3D printer ini dan bisa langsung digunakan untuk menahan HP.

Untuk Mamangreviewer yang tertarik membeli Ender S1 Pro, silakan cari saja di Tokopedia, Shopee dan Lazada hingga sesuai dengan yang diinginkan Mamangreviewer.