Bubur Pelana, Bubur Legenda di Kota Bandung

Bubur Pelana, Bubur Legenda di Kota Bandung

Bubur Ayam Pelana merupakan salah satu bubur ayam legendaris di Kota Bandung, Mamang tahu bubur ayam pelana sekitar 7 tahun lalu dari teman yang mengajak ke sini sepulang berenang. Dulu mamang tahunya bubur pelana ada di sekitaran Jl. Burangrang seberang SMP/SMA BPI. Ke sini-sini baru tahu kalua awalnya berada di Jl. Pelana daerah sekitaran Tegalega. Nah, sekarang Bubur Pelana sudah banyak cabangnya dan cabang ini punya cabang kecil-kecil lagi supaya mudah dijangkau alias franchise, Bubur Pelana yang Mamang review kali ini adalah cabang Margahayu Raya Jl. Pluto yang mana merupakan cabang dari Bubur Pelana Batununggal.

Lokasi persisnya di seberang lapangan voli Jl. Pluto Raya menumpang di rumah belokan menuju ke Masjid Al Munajah. Cabang Margahayu Raya buka setiap hari mulai pukul 05.30 sampai 10.00, kemudian buka kembali pukul 16.30 sampai 20.00.

Bubur Pelana merupakan tipe bubur masakan Cina, bisa ditandai dengan tingkat keenceran buburnya yang lumayan encer, tapi jangan salah walaupun encer semangkok Bubur Pelana lumayan mengenyangkan. Mamang yang biasanya kalau sarapannya bubur bakalan mulai kelaparan sekitar jam 10 pagi, kalau sarapan bubur pelana kadang-kadang Mamang bisa skip makan siang. Selain encer, bubur dari Bubur Pelana memiliki rasa gurih dan aroma khas kaldu ayam kampung yang kencang sekali, ini yang membuat Mamang ketagihan sarapan bubur Pelana.

Topping standar Bubur Pelana terdiri dari potongan daging (saja) ayam kampung, cakue, seledri, bawang goreng, taburan merica dan kecap asin. Kerupuk dibeli secara terpisah karena kerupuk yang digunakan bukan kerupuk aci, melainkan kerupuk blek rasa ikan, kalau Mamang lebih milih pakai emping (kalau ada). Bagi penyuka kacang kedelai pada semangkuk bubur, kalian tidak akan menemukannya di sini, Bubur Pelana terkenal tidak menggunakan kacang kedelai karena tipe bubur masakan cina memang seperti itu.

Selain rasa khas buburnya yang kuat sampai membuat Mamang ketagihan, baru-baru ini disediakan sambal tipe baru yaitu sambal seblak yang seingat Mamang dulu tidak ada. Sambal seblak ini rasanya jauh lebih pedas dari sambal cair yang ada di sana, rasanya begitu matching dengan Bubur Pelana, selain tingkat kepedasan tinggi yang bikin nagih ada juga sekilas aroma kencur yang tidak overpower yang dapat memberikan keunikan rasa dari sambalnya.

Untuk menikmati rasa terbaik, buburnya Mamang sarankan untuk meminta ekstra kecap asin, tambahkan taburan merica bubuk, pakai sambal seblak, pakai emping dan tidak menambahkan kecap manis karena kalau menurut Mamang sih bisa merusak rasanya, tapi itu kembali ke masalah selera kalian masing-masing. Semangkuk Bubur Pelana dengan topping biasa dapat dinikmati dengan harga Rp.13.000,-, tambahan kerupuk Rp.500,- per buah, tambahan emping Rp.5.000,-. Kalau ingin ekstra topping  terdapat tambahan berupa telur rebus utuh, kulit, dan ati-ampela

Mamang sematkan link google map Cabang Bubur Pelana yang Mamang review di bawah. Untuk cabang-cabang lain ada di halaman parkir Balai Mustika Wangi Jl. Margacinta, Jl. Waas Batununggal, Jl. Emong sekitaran Jl. Burangrang, Jl. Moch. Toha, dan Jl. Pelana

Lokasi Bubur Pelana Margahayu