Entertainmentโ˜…โ˜…โ˜…โ˜…โ˜† 4/5

Yamato Damashii XIX (2026): Dua Hari Festival Jejepangan di STBA Yapari ABA, Bareng Saturday Kensou hingga Henohenomoheji

Setelah absen di 2025, Penulis kembali ke Yamato Damashii โ€” festival jejepangan tahunan HIMADE STBA Yapari ABA Bandung yang kini memasuki edisi ke-19 dan berkolaborasi perdana dengan Anime Indonesia Festival.

Harbhumยทยท7 min read
Yamato Damashii XIX (2026): Dua Hari Festival Jejepangan di STBA Yapari ABA, Bareng Saturday Kensou hingga Henohenomoheji

Alasan Penulis datang ke Yamato Damashii XIX sederhana saja: hampir semua teman tampil di sini.

Bukan berarti edisinya tidak menarik. Tapi jujur, itu yang jadi dorongan utamanya. Yamato Damashii XIX โ€” kolaborasi perdana dengan Anime Indonesia Festival โ€” berlangsung 13 hingga 14 Juni 2026 di STBA Yapari ABA, Jalan Cihampelas No. 194, Bandung. Dan setelah absen di 2025 (dan hanya sebentar di 2024), Penulis akhirnya kembali penuh dua hari.


Festival yang Sudah Berjalan Hampir Dua Dekade

Bagi yang belum kenal โ€” Yamato Damashii adalah festival jejepangan tahunan yang diselenggarakan HIMADE, Himpunan Mahasiswa Bahasa Jepang STBA Yapari ABA Bandung. Nama ini mulai dipakai sejak 2006, dengan pendahulunya Nihon no Tanoshimimashou di 2005.

Edisi ke-19 ini menjadi istimewa karena satu hal yang belum pernah terjadi sebelumnya: kolaborasi resmi dengan Anime Indonesia Festival. Dua komunitas berbeda, satu panggung, dua hari penuh.

Penulis sendiri sudah kenal Yamato Damashii sejak era 2008-an, dan sempat meliputnya di edisi XIV tahun 2019 โ€” edisi terakhir sebelum pandemi menghentikan segalanya. Tujuh tahun kemudian, Penulis kembali ke Cihampelas menuliskan artikel ini.

Hari Pertama: Lomba, Stand, dan Dua MC

![Venue Yamato Damashii XIX sebelum penonton memenuhi area](/images/articles/yamato-damashii-xix/day1-venue-pagi.jpg)

Day 1 jatuh bersamaan dengan Etanaru Party โ€” event jejepangan lain di hari yang sama. Tidak sedikit yang akhirnya harus memilih. Penulis memilih Yamato Damashii.

Pagi hari, venue masih dalam proses berbenah. Dua stand sudah siap sejak awal: LPK SOU dan stand makanan. Penonton datang bertahap, bangku mulai terisi, dua MC naik memperkenalkan rangkaian acara.

![Penonton mulai mengisi bangku di awal Day 1](/images/articles/yamato-damashii-xix/day1-penonton-awal.jpg)

Pukul 10.15, lomba Cover Dance Solo & Duo dimulai. Satu nama langsung mencuri perhatian Penulis: Annas, anggota Naira, yang ikut bertarung sebagai peserta individual di kategori ini. Menarik melihat seseorang yang biasa tampil sebagai bagian grup kini berdiri sendiri di atas panggung.

Setelah Zuhur, giliran Cover Sing. Pilihan lagu para peserta banyak yang menengok ke belakang โ€” Good Bye Days dari YUI, Kokoro no Tomo dari Mayumi Itsuwa. Salah satu yang paling berkesan adalah Levanji (salah satu Anggota Voir), yang membawakan Takane no Hanako-san dari Back Numbers.

![Suasana siang hari โ€” stand dan kerumunan penonton](/images/articles/yamato-damashii-xix/day1-suasana-siang.jpg)

Lomba Cover Dance Group menyusul setelahnya. Satu catatan kecil: saat sesi ini berlangsung, salah satu dari dua MC harus menangani acara sendirian. Tidak ada masalah fatal, tapi ada perbedaan energi yang terasa.

![Peserta tampil di panggung Day 1](/images/articles/yamato-damashii-xix/day1-cover-stage.jpg)

Hari pertama ditutup dengan pengumuman pemenang lomba-lomba pendidikan: Kanji, Sakubun, Shuuji, Speech, Rodoku, Desain Karakter, hingga Kana. Rangkaian yang panjang, tapi perlu โ€” ini bagian inti dari identitas Yamato Damashii sebagai event akademik sekaligus hiburan.

Hari Kedua: Dari Magnifichor Sampai Ai Scream

Penulis berangkat pukul 09.30, tiba di venue pukul 10.00, dan acara baru benar-benar dimulai sekitar setengah jam kemudian.

Pembuka: Magnifichor dan Gentra Seba

![Magnifichor membuka Day 2 dengan paduan suara](/images/articles/yamato-damashii-xix/day2-magnifichor.jpg)

Pembuka Day 2 adalah Magnifichor โ€” grup paduan suara yang langsung mengeset suasana berbeda dari hari sebelumnya. Pilihan lagunya menarik: Suzume yang dinyanyikan Toaka dari film Suzume no Tojimari. Pilihan yang relevan, tidak terlalu aman.

Yang bikin Penulis tersenyum: salah satu MC cewek dari hari sebelumnya ternyata tampil juga di Magnifichor โ€” dan belakangan juga muncul di D.O.S dan Sakura Odori. Satu orang, tiga konteks penampilan yang berbeda dalam dua hari.

Setelah Magnifichor, Gentra Seba tampil membawa nuansa berbeda dengan instrumen tradisional, disusul D.O.S โ€” cover dance dari STBA Yapari ABA. Showcase pemenang Cover Dance dan Cover Sing dari hari pertama juga masuk di blok pembuka ini, termasuk Annas yang tampil ulang sebagai pemenang Cover Dance Solo.

Sakura Odori

Unit cover dance HIMADE, Sakura Odori, tampil dengan dua lagu. Pertama, Kingyo Hanabi dari Ai Otsuka โ€” lagu yang tetap terasa segar meski usianya sudah dua dekade. Lagu kedua, Rinrin - Fuhen, baru Penulis sadari belakangan sebagai ending song anime Samurai 7. Pilihan yang tidak generik.

Saturday Kensou

![Saturday Kensou di atas stage dengan efek asap](/images/articles/yamato-damashii-xix/day2-saturday-kensou.jpg)

Kalau ada satu penampilan Day 2 yang paling berkesan secara visual dan auditif, Penulis akan tunjuk Saturday Kensou. Mereka juga tampil di Tribute to L'Arc-en-Ciel 35th Anniversary kemarin.

Tiga lagu, semuanya dari L'ArcenCiel: Bless Your Breath, Stay Away, dan Link (Opening Song dari Fullmetal Alchemist The Movie). Full setlist Laruku. Smoke machine aktif, lighting biru memenuhi panggung, dan band ini tampil seperti mereka memang lahir untuk membawakan repertoar itu.

Bagi yang besar dengan L'ArcenCiel di era 2000-an โ€” penampilan ini adalah comfort zone dalam format yang sangat menyenangkan.

Lumina Scarlet

Lumina Scarlet sudah tampil di Yamato Damashii sejak edisi X tahun 2015 โ€” sebelas tahun lalu. Fakta itu sendiri cukup menjadi penanda seberapa konsisten kehadiran mereka di festival ini.

Tiga lagu tampil: Ikuze! Kaitou Shoujo dari Momoiro Clover Z, dilanjut dua lagu orisinal โ€” Kamu atau Dia dan Scarlet Melody. Kombinasi cover dan original yang sudah jadi formula mereka.

Selingan: Big Band dan Stand Varo

Big Band tampil setelah Lumina Scarlet dengan pilihan repertoar yang agak di luar dugaan: Chiisana Koi no Uta dan Anata Ni dari Mongol800. Band Okinawa itu memang punya jejak panjang di komunitas musik Jepang Indonesia, dan melihatnya dibawakan oleh formasi big band memberi warna tersendiri.

Saat jeda, Penulis mampir ke booth Varo yang hadir sebagai community partner.

![Booth Varo โ€” ada sesi main Tekken untuk pengunjung](/images/articles/yamato-damashii-xix/day2-stand-varo.jpg)

Tersedia sesi main Tekken untuk pengunjung. Beberapa orang terlihat antusias. Sebuah pengingat bahwa Yamato Damashii bukan hanya tentang panggung โ€” ada ruang untuk komunitas di sela-selanya juga.

Thousand Sunny

![Gitaris Thousand Sunny tampil dengan backdrop anime di LED](/images/articles/yamato-damashii-xix/day2-thousand-sunny.jpg)

Thousand Sunny membuka dengan Odoru Ponkoporin โ€” lagu opening Chibi Maruko-chan yang entah kenapa selalu berhasil menciptakan suasana menyenangkan di manapun dimainkan. Lagu kedua adalah Sakuranbo dari Ai Otsuka.

Lagu terakhir mereka adalah momen kolaborasi: duet bersama vokalis SamSite โ€” sebuah chemistry yang rupanya sudah pernah dibangun saat Thousand Sunny tampil di Sashimi sebelumnya. Hasilnya terasa natural, bukan sekadar tempel.

Harvest dan Naira

Setelah sempat keluar sebentar, Penulis kembali dan mendapati Harvest sedang tampil. Salah satu lagunya adalah Takane no Hanako-san dari Back Numbers โ€” lagu yang di hari sebelumnya juga dibawakan Levanji dalam lomba Cover Sing. Satu lagu, dua konteks dalam dua hari yang berbeda.

Naira tampil dengan kostum anime yang langsung membedakan visual mereka dari siapapun yang tampil sebelumnya. Lima lagu dibawakan malam itu: Tachiagare dari Wake Up Girls sebagai pembuka, dilanjut dua lagu orisinal โ€” Metamorfosis dan Renaissance โ€” kemudian Ignite dari Necopla, dan ditutup dengan medley anime song yang berakhir di Zankoku no Tenshi no Thesis dari Neon Genesis Evangelion.

Menutup medley dengan Zankoku hampir tidak pernah salah.

Henohenomoheji: Closing Act

![Henohenomoheji tampil sebagai penutup Yamato Damashii XIX](/images/articles/yamato-damashii-xix/day2-henohenomoheji-1.jpg)

Dan tibalah ke closing act: Henohenomoheji.

Empat lagu. Lagu kedua adalah Tragedi Domestik โ€” lagu orisinal yang menjadi salah satu momen paling kuat malam itu. Setelah dua lagu berikutnya, mereka menutup Yamato Damashii XIX dengan Ai Scream.

Hal yang menarik di sini adalah Vokalis diberikan kerupuk di atas panggung saat tampil oleh panitia seperti tahun lalu.

![Henohenomoheji menjelang lagu penutup](/images/articles/yamato-damashii-xix/day2-henohenomoheji-2.jpg)

Setelah Ai Scream, selesai. Yamato Damashii XIX resmi ditutup.

Penulis keluar dari venue sekitar pukul 20.30 dengan kepala masih penuh setlist dan wajah-wajah teman yang satu per satu muncul di panggung selama dua hari itu.

Penutup

Yamato Damashii XIX tidak mencoba terlalu keras untuk jadi berbeda. Ia hadir dengan format yang sudah teruji hampir dua dekade โ€” lomba, cover, band, idol group โ€” dan mengeksekusinya dengan cukup rapi.

Yang membedakan edisi ini dari sebelumnya adalah dua hal: kolaborasi perdana dengan Anime Indonesia Festival, dan kepadatan performer yang berhasil membuat dua hari terasa penuh tanpa berlebihan. Dari Magnifichor di pagi hari sampai Ai Scream di malam hari, ada ritme yang terjaga.

Sampai jumpa lagi, Mamangreviewers. Ikuti juga Instagram MamangReview yah!