Entertainment

Yamato Damashii XIV — Festival Budaya Jepang Tahunan di Bandung

Liputan acara Yamato Damashii XIV oleh Himade STBA YAPARI-ABA di Cihampelas Bandung — dari kompetisi akademis, cover sing, cover dance, hingga penampilan idol group

Harbhum··4 min read

Festival budaya Jepang di Bandung bukan hal yang langka — kota ini punya komunitas anime dan J-culture yang cukup aktif. Tapi Yamato Damashii punya keistimewaan tersendiri: ini adalah acara tahunan yang diorganisir oleh mahasiswa sendiri dan sudah berlangsung dalam waktu yang cukup lama.

Tentang Yamato Damashii

Yamato Damashii adalah acara tahunan yang diselenggarakan oleh Himade STBA YAPARI-ABA Bandung — himpunan mahasiswa Bahasa Jepang dari kampus yang berlokasi di Cihampelas, Bandung. Edisi keempat belas (XIV) diadakan pada:

  • Sabtu, 21 September 2019 — hari kompetisi akademis, cover sing, dan cover dance
  • Minggu, 22 September 2019 — hari festival utama dengan penampilan live

Hari Pertama: Kompetisi

Hari Sabtu diisi dengan berbagai kompetisi akademis yang diikuti peserta dari beberapa sekolah:

  • Roudoku (membaca nyaring dalam bahasa Jepang)
  • Karuta Kana (permainan kartu hiragana)
  • Shuuji (kaligrafi huruf Jepang)
  • Desain karakter
  • Speech contest (pidato bahasa Jepang)
  • Cover sing
  • Cover dance

Di area venue tersebar stand merchandise, stand akademis, dan stand makanan. Untuk kuliner, tersedia takoyaki, okonomiyaki, gyuudon, dan berbagai pilihan lain — pilihan yang konsisten dengan tema festival Jepang.

Cover Sing

Beberapa kontestan cover sing membawakan lagu "Orange" dari Egg dan lagu Lemon — kedua lagu ini memang cukup dikenal di kalangan penggemar anime saat acara ini berlangsung.

Cover Dance

Kompetisi cover dance digelar setelah sesi cover sing. Beberapa highlight:

  • Ada group yang menari dengan lagu-lagu AKB48 dan sister group-nya — masih jadi pilihan populer di banyak festival anime Indonesia
  • Wake Up Girls dan Fes*Tive juga digunakan sebagai lagu iringan beberapa kontestan
  • Little Naira Project menari dengan lagu Wake Up Girls dan Fes*Tive — mereka adalah grup bimbingan Naira, salah satu guest star di hari festival

Yang menonjol adalah Cerise — cover dance group yang khusus membawakan lagu-lagu dari Sakamichi Group (Nogizaka46 dan Keyakizaka46). Mereka membawakan "Synchronicity" dari Nogizaka46 dan menjadi pemenang kompetisi dance tahun ini.

Hari Kedua: Festival

Hari Minggu adalah hari festival yang lebih besar. MC untuk hari ini adalah Dinda dan Ellen. Stand makanan dan merchandise kembali dibuka, dengan tambahan stand khusus untuk guest star.

Penampilan Band

Tiga band tampil dalam urutan yang tersebar sepanjang hari:

  • Blaze — membawakan lagu-lagu V-kei (Visual Kei) di siang hari. Genre ini punya komunitas tersendiri di Indonesia meski tidak sebesar anime pop
  • Essagarden — membawakan lagu-lagu dari Ellegarden, band punk rock Jepang yang sangat dikenal di kalangan penggemar J-rock
  • Thousand Sunny — tampil sebagai penutup di malam hari

Idol Group Guest Star

Tiga idol group hadir sebagai guest star dengan stand masing-masing:

Naira tampil dengan kostum retro dan membawakan setlist yang beragam:

  • "Little Challenger" dari I1-Club sebagai pembuka
  • "Metamorfosis" — lagu original Naira
  • "Believe" dari Folder5
  • "Hashire" dari Momoiro Clover Z
  • "Oidemase!" dari Fes*Tive sebagai penutup

Voir tampil di sore hari. Hal yang langsung menarik perhatian adalah pilihan penutup mereka: medley lagu versi Jepang Big Bang dan BTS — perpaduan antara K-pop Jepang yang tidak biasa dan langsung membuat penonton bereaksi.

Lusca tampil di malam hari dengan kostum Dayak — pilihan yang menarik karena memadukan identitas budaya Indonesia dengan format idol group bergaya Jepang. Di stand Lusca, hadir juga Lusca Kouhai yang berdampingan dengan stand Voir dan stand DJ Yochi.

Penutup: DJ Yochi

Setelah Lusca selesai tampil dan Thousand Sunny memainkan satu sesi terakhir, acara ditutup oleh DJ Yochi — penutup yang memberikan energi berbeda setelah serangkaian penampilan vokal dan tari.

Kuliner yang Ditemukan

Selain stand-stand festival di luar, area kantin di basement gedung tetap buka selama acara berlangsung. Penulis makan siang di sana — tersedia nasi goreng dan berbagai makanan lain.

Yang paling berkesan: Yamien Pak Heri yang tersedia di kantin tersebut. Penulis memesan yamien saat makan siang dan sangat menyukainya — bukti bahwa kadang kuliner terbaik di suatu festival bukan yang ada di stand utamanya.

Kesan Keseluruhan

Yamato Damashii XIV berlangsung cukup ramai, terutama di hari kedua — stand makanan sangat ramai saat jam makan siang. Sebagai acara yang sepenuhnya diorganisir mahasiswa, kualitas penyelenggaraannya cukup baik untuk skala kampus.

Yang menarik dari acara ini adalah campuran konten: dari kompetisi akademis bahasa Jepang yang serius, cover sing dan dance yang meriah, hingga penampilan idol group dengan konsep yang beragam. Semuanya terhubung oleh benang merah yang sama: kecintaan terhadap budaya Jepang yang diekspresikan dengan cara masing-masing.

Penulis berharap bisa menghadiri Yamato Damashii edisi berikutnya — acara seperti ini penting untuk ekosistem komunitas J-culture di Bandung.