Haul Majalah Lawas: Empat Edisi Ultima Nation Seharga 50 Ribu dari Grup Facebook
Dari grup Facebook pencinta majalah lawas, penulis berhasil dapat empat edisi Ultima Nation plus bonus Animonster seharga 50 ribu. Isinya? Jauh lebih kaya dari yang dibayangkan โ GTA San Andreas, Halo 2, Final Fantasy IX, X-Men, sampai serial novel dalam satu majalah.

Ada yang bilang barang lawas punya cara uniknya sendiri untuk datang kembali ke tangan orang yang tepat. Jumat, 15 Mei 2026, penulis iseng membuka grup Facebook "PENCINTA MAJALAH DAN SURAT KABAR LAWAS" โ dan di sana ada penawaran yang sulit ditolak: empat edisi Ultima Nation plus bonus satu Animonster, total hanya 50 ribu rupiah.
Langsung deal. Empat hari kemudian, tanggal 19 Mei, paket sampai. Dibungkus kertas coklat rapi, dan di dalamnya ada majalah-majalah yang ternyata membawa lebih banyak kenangan dari yang penulis duga.

Apa Itu Ultima Nation?
Sebelum masuk ke isi, sekilas tentang majalah ini. Ultima Nation adalah majalah game dan budaya pop berbasis di Surabaya yang terbit di bawah ekosistem media Jawa Timur. Beberapa edisi awalnya berdiri mandiri sebelum masuk ke jaringan Jawa Pos Group dengan nama evolusi Ultima Next Generation.
Yang menarik, dari awal Ultima Nation tidak memposisikan dirinya sebagai majalah game semata. Tagline-nya sudah bicara banyak: "Wide Spectrum Game Magazine" โ dengan rubrik mencakup Game, Anime, Manga, Movie, Music, Technology, dan lain-lain. Beda jauh dengan majalah game lain yang fokus sempit. Ultima Nation mencoba jadi satu paket hiburan lengkap untuk pembaca muda di era 2000-an โ dan dari isi yang penulis baca langsung, mereka berhasil melakukannya.

Empat Edisi yang Datang
Ultima Nation No. 8 โ Neon Genesis Evangelion & Era PlayStation
Edisi ini cover-nya Ayanami Rei dari Neon Genesis Evangelion. Di halaman dalam, feature NGE hadir lengkap di rubrik Anime View. Tapi yang bikin penulis betah berlama-lama adalah konten game-nya: ada Final Fantasy IX update, Legend of Mana, hingga Metal Gear Solid 2 yang saat itu masih jadi perbincangan panas.

Daftar isi No. 8 menunjukkan betapa padatnya satu volume ini:
- Tech: Avante Talks, Behind PlayStation 2, Flash News
- Model: Mecha Base, Evangelion Part F
- Game: World Wide (Gundam G-F, Smackdown 2, Spawn di Dreamcast), Timber Maniacs (Wild ARMs 2, Breath of Fire IV), Hot Circuit: Formula 1, Guide: Wild ARMs 2 Perfect, Hint Database
- Comic & Manga: ParoManga, Manga View: The Violinist of Hameln, Comic View: DC VS Marvel Comics
- Animation & Anime: Animetopia, Anime View: Neon Genesis Evangelion
- Music & Movie: Juke Box, Box Office
- ETC: RPN (Holy Knights, 100% Pure Milk), Mailbox, Social Visit, Ultima Quiz, Ultima Horoscope
Rubrik RPN (Role Playing Novel) mungkin yang paling unik โ Ultima Nation punya serial novel fiksi sendiri yang jalan berbarengan dengan konten game dan anime. "Holy Knights" adalah salah satunya, lengkap dengan karakter roster di halaman sebelah. Ini bukan hal yang umum ada di majalah game mana pun.

Ultima Nation No. 10 โ Final Fantasy IX Exclusive Report
Cover No. 10 menampilkan jajaran karakter Final Fantasy IX โ Zidane, Vivi, Garnet, Steiner, Freya, Quina, Eiko, Amarant. Ini edisi istimewa karena ada Ultima Exclusive Report: FF-IX yang membahas game panjang lebar, mulai dari karakter playable, sistem Equipment, hingga Prima Vista.
Selain FFIX, ada juga Head 2 Head: King of Fighters 2000 vs Capcom vs SNK โ perbandingan dua game fighting terbesar saat itu. Dan ada feature berjudul "The Down Fall of SNK" yang membahas kondisi SNK saat itu ketika perusahaan ini mulai mengalami masalah finansial serius. Tajam, dan relevan secara historis.

World Wide section-nya membahas Zelda: Mask of Mujula dan beberapa game PS1 yang akan rilis โ termasuk jadwal rilis game Jepang dan Amerika yang detail sampai per tanggal.
Ultima Nation No. 11 โ X-Men: The Movie
Cover No. 11 menampilkan karakter film X-Men tahun 2000 โ Mystique, Wolverine, Storm. Cover story-nya membahas film X-Men karya Bryan Singer lengkap, termasuk karakter Cyclops, Jean Grey, Rogue, Sabretooth, dan Magneto. Ada juga review film Titan A.E., animasi sci-fi karya Don Bluth yang saat itu baru tayang.

Yang menarik dari edisi ini: Ultima tidak cuma review film, tapi juga bahas konteks komik Marvel di baliknya โ perbandingan antara X-Men versi komik dan film, termasuk keputusan kreatif yang diambil Bryan Singer.
Ultima Next Generation Vol. 78 โ Halo 2 "Lahir Prematur" & GTA San Andreas
Ini edisi yang paling berbeda dari tiga lainnya. Sudah berganti nama menjadi Ultima Next Generation, diterbitkan oleh PT. Dharma Bhakti Press di bawah Jawa Pos Group, berkantor di Gedung Graha Pena Surabaya dan Jakarta.
Cover story-nya Halo 2 dengan judul yang tidak main-main: "Lahir Prematur" โ kritik langsung terhadap peluncuran Halo 2 yang dianggap kurang matang. Berani untuk ukuran majalah game Indonesia saat itu.
Tapi yang bikin penulis paling terkejut adalah halaman GTA San Andreas. Layoutnya penuh dan padat: ada "Highlight โ Mereka yang Terlibat" yang memperkenalkan karakter CJ, Sweet, Big Smoke, Ryder, dan OG Loc lengkap dengan deskripsi masing-masing. Ada juga "Mereka yang Berkuasa" yang membahas semua gang di Los Santos โ Grove Street Families, The Ballas, Varios Los Aztecas, Los Santos Vagos, sampai Da Nang Boys. Bahkan ada section San Andreas Soundtrack yang menyebut stasiun radio dalam game seperti CSR, SFUR, dan WCTR.

Score-nya: Sound 7.0 / Graphic 9.0 / Gameplay 9.5 / Value 8.0. Dan ada catatan menarik di sudut halaman: "GTA San Andreas Tidak untuk Xbox" โ membahas rumor dan konfirmasi bahwa game ini tidak akan hadir di Xbox saat itu.
Daftar isi Vol. 78 juga luar biasa panjang. Selain Halo 2 dan GTA San Andreas, ada: Mortal Kombat Deception, Magna Cum Laude, Survival Project, KOF 2003, Final Fantasy XI, FFVII Crisis Core, Wild Arms 4th, Warhammer Arena, RYUEN The God Hand, Tokusatsu, Anime View, hingga rubrik Frameless Orb dan Jukebox. Satu volume, lebih dari 150 halaman.
Yang Bikin Beda dari Majalah Game Lain
Setelah buka lembar demi lembar keempat edisi ini, satu kesimpulan yang jelas: Ultima Nation bukan majalah game. Ini majalah budaya pop yang konten game-nya kuat.


Di satu edisi, pembaca bisa dapat walkthrough game, review film bioskop, Anime View, ulasan musik, serial novel fiksi, tips MOD-Chip konsol, daftar anggota komunitas mailing list, kuis berhadiah, hingga Parody Manga. Ini jauh berbeda dengan Animonster yang fokus anime, atau majalah game lain yang sempit di satu platform.

Rubrik Social Visit bahkan menampilkan nama asli dan alamat email pembaca yang mengirim surat โ sesuatu yang menunjukkan betapa eratnya hubungan antara majalah ini dan komunitasnya di era sebelum media sosial.
Flashback: Digi Games dan Suikoden II
Buka halaman demi halaman Ultima Nation, penulis jadi teringat pengalaman serupa beberapa waktu lalu. Setelah berhasil menamatkan Suikoden II di emulator, penulis tidak sengaja menemukan Game Guide Suikoden II dan satu edisi Digi Games yang juga membahas Suikoden II.

Foto keduanya penulis posting ke grup game jadul di Facebook โ respons yang datang di luar dugaan. Puluhan reaksi dan komentar mengalir dari orang-orang yang punya kenangan serupa. Ada yang ingat strategi tertentu, ada yang nostalgia dengan karakter favorit. Memori kolektif soal game lawas ternyata tidak pernah benar-benar pergi.
Menemukan Ultima Nation terasa seperti pengalaman yang sama: bukan sekadar beli majalah bekas, tapi membuka kembali jendela ke era yang berbeda.
Kondisi Fisik
Untuk majalah yang usianya sudah lebih dari dua dekade dan harganya 50 ribu untuk semuanya, kondisinya cukup baik. Kertas sudah menguning di beberapa bagian โ wajar untuk usia ini. Ada sedikit kerusakan di beberapa sudut, tapi isi dan gambar-gambar di dalamnya masih terbaca jelas. Keempat edisi dibundel plastik, lalu dibungkus kertas coklat dan selotip โ pengirimnya jelas merawat barangnya dengan baik.
Penutup
50 ribu untuk empat edisi Ultima Nation plus satu Animonster. Secara harga sudah lebih dari sepadan. Tapi yang tidak ternilai adalah apa yang ada di dalamnya: bukti bahwa di awal 2000-an, ada sekelompok orang di Surabaya yang dengan serius membangun media untuk komunitas gamer dan pecinta budaya pop Indonesia โ bukan cuma bahas game, tapi bahas seluruh ekosistem yang mengelilinginya, dari anime, film, musik, hingga komunitas pembacanya sendiri.
Kalau Mamangreviewers punya edisi Ultima Nation lainnya, atau punya kenangan soal majalah ini โ penulis ingin sekali dengar ceritanya.
Cover yang ditampilkan dipilih sesuai panduan konten mamangreview.in.