Tribute to L'Arc-en-Ciel 35th Anniversary Bersama L'Arc-Jam Bandung: Seharian Nostalgia di Spill & Bites
Sekitar 14 band lokal Bandung membawakan lagu-lagu L'Arc-en-Ciel dalam satu acara tribute seharian penuh di Spill & Bites, merayakan 35 tahun karier band legendaris asal Jepang itu.

Sabtu, 16 Mei 2026. L'Arc-Jam Bandung menggelar Tribute to L'Arc-en-Ciel 35th Anniversary di lantai 2 Spill & Bites, Jl. Purnawarman No.24-26, Bandung. Acara ini bukan sekadar konser biasa โ ini adalah perayaan 35 tahun perjalanan L'Arc-en-Ciel, band rock legendaris asal Jepang yang lagu-lagunya telah menemani jutaan pendengar di Asia, termasuk para Cielers di Indonesia.
Tiket presale dijual seharga 35 ribu rupiah dengan bonus free drink, sementara tiket on the spot 50 ribu. Penulis sendiri datang dan langsung membeli tiket di tempat. Sebelum naik ke lantai dua tempat berlangsungnya penampilan band-band, penulis sempat mampir ke lantai bawah untuk mengambil free drink yang sudah termasuk dalam harga tiket. Minumannya segar dan rasanya unik โ ada nuansa bubble gum yang tidak terduga tapi justru menyenangkan.

Suasana acara terasa hangat sejak awal. Banyak wajah-wajah lama yang ternyata juga hadir โ teman-teman sesama pecinta J-Rock yang sudah lama tidak bertemu. Acara tribute semacam ini memang punya daya tarik tersendiri: selain menikmati musik, ada momen reuni yang tidak direncanakan tapi selalu menyenangkan.
Band-Band yang Tampil
Sekitar 14 band lokal tampil bergantian sepanjang hari, masing-masing membawakan setlist lagu-lagu Laruku pilihan mereka. Beberapa penampilan yang berkesan:
Enrei membuka dengan energi yang kuat, membawakan Butterfly's Sleep yang langsung disambut antusias penonton. Lies And Truth, Fate, Ghost in My Room, hingga Shine turut mengisi setlist mereka โ pilihan lagu yang cukup beragam dari berbagai era Laruku.
Aozora tampil membawakan Fourth Avenue Cafe โ salah satu lagu Laruku paling ikonik yang selalu berhasil membuat penonton ikut bernyanyi. Mereka juga membawakan Bless, C'est La Vie, I'm so Happy, dan Forbidden Lover.

Fairytails sukses membakar panggung Spill & Bites dengan setlist maut: Route 666, Seventh Heaven, Daybreak's Bell, dan ่น (Niji). Penampilan Fairytails Featuring Ammy ini bikin crowd langsung ikut bernyanyi dan melompat-lompat, terutama saat lagu-lagu anthem seperti Daybreak's Bell dan Niji menggema. Kombinasi vokal Ammy yang kuat dengan aransemen Fairytails yang segar berhasil menghadirkan nuansa nostalgia sekaligus kesegaran baru yang pas untuk tribute ini.

Desired membawakan The Black Rose, Spirit Dreams Inside, My Heart Draws a Dream, dan menutup dengan ใใชใ (Anata) โ pilihan lagu yang terasa dalam dan emosional.
Chikazuki tampil dengan penuh semangat membawakan Pieces, Don't be Afraid, Goodluck My Way, dan mengakhiri penampilan mereka dengan ่ช็ฑใธใฎๆๅพ (Jiyuu e no Shoutai).

Highlight: Thousand Sunny x Wima J-Rock
Salah satu momen yang paling ditunggu adalah kolaborasi spesial antara Thousand Sunny dan Swarawima Yoga (Wima), bassist dari J-Rocks. Penampilan mereka dibuka dengan Blurry Eyes โ lagu yang bagi penulis punya tempat tersendiri, sebagai salah satu lagu yang menemani hari-hari dari masa SMA hingga kuliah.

Momen Wahyu gitaris Thousand Sunny berduet langsung dengan Wima di atas panggung menjadi salah satu pemandangan yang sayang untuk dilewatkan. Dua gitaris, satu panggung, membawakan lagu yang sudah bertahun-tahun akrab di telinga para Cielers. Thousand Sunny juga membawakan ็ ๆ่จ (Sunadokei), Singing in the Rain, dan Natsu no Yutsu dalam set mereka.
Puncaknya: Lunatic Tokyo
Dari semua penampilan yang penulis saksikan, Lunatic Tokyo adalah yang paling meninggalkan kesan mendalam. Mereka membawakan Flower, Neo Universe, New World, dan ๅๆ ่ฉฉ (Jojoshi) โ empat lagu yang dipilih dengan baik dan dibawakan dengan penuh penghayatan.

Energi panggung Lunatic Tokyo terasa berbeda. Ada sesuatu dalam cara mereka memainkan lagu-lagu Laruku yang membuat penonton larut โ bukan sekadar tribute yang sekadar mirip, tapi ada jiwa di dalamnya. Fun fact: gitaris mereka, Alvin, sempat penulis jumpai sebelumnya di acara May The 4th sebagai pemilik salah satu tenant โ momen yang tidak disangka berujung pada pertemuan kembali di acara ini.

Catatan Venue
Spill & Bites sebagai venue terbilang cukup pas untuk acara seperti ini. Ruang di lantai 2 memberikan nuansa yang intim โ penonton dekat dengan panggung, dan atmosfer live music-nya terasa sangat terbangun. Cuaca Bandung yang sempat hujan beberapa kali justru menambah kesan tersendiri bagi yang berada di dalam venue.
Untuk Mamangreviewers yang belum pernah menghadiri acara tribute J-Rock di Bandung, pengalaman seperti ini sangat layak dicoba. Bukan hanya soal musiknya, tapi soal rasa kebersamaan para penggemar yang sudah lama mencintai musik yang sama โ dan momen reuni yang selalu datang tanpa direncanakan.