Games & Toys

Tile Cities

Simple Map Puzzle Game

Harbhumยทยท5 min read

Game ini dibuat dan diedarkan oleh yevhen8 serta dirilis pada tanggal 5 Mei 2022. Penulis membeli dengan harga Rp 24.999,- dan terasa sederhana game tersebut. Game ini menampilkan puzzle denah perkotaan. Tak ada tutorial apa pun pada awal permainan, hanya daftar tombol saja seperti WSAD untuk geser (pan) peta, Tombol E dan Q untuk memutar (rotate) bagian peta, dan Esc untuk menu. Kita hanya klik untuk drop tile (bagian peta). Tile langsung menempel pada cursor. Kita juga tak diberikan kesempatan untuk mengulang (undo) sehingga perlu kesiapan untuk menaruh tile tersebut. Setiap tile bakal ada ruangan berwarna dan bakal menunjukkan titik berwarna untuk memberikan keseimbangan titik berwarna pada bagian kiri bawah layar. Keseimbangan warna itu berdasarkan fungsi dari distrik pada bagian peta seperti penghijauan, perumahan, atau bisnis. Ada tile yang memiliki garis merah menunjukkan traffic atau sirkulasi jalan. Setelah ditaruh, bakal ada titik dari tempat berwarna merah yang lalu lalang di garis itu. Setelah beres beberapa kali menaruh tile, bakal muncul game over popup dengan score dan pilihan menu. Dalam pilihan menu itu, ada creative mode yang dapat melanjutkan menaruh tile sebebasnya. Gameplay dalam game ini cukup sederhana dan mirip dengan Dorfromantik dan Wood Block Puzzle. Konsep perkotaan ini mirip dengan Townscaper, tapi game ini memiliki sistem score dibandingkan Townscaper dan lebih bebas dibandingkan Wood Block Puzzle. Desain dalam game ini menggunakan gambar teknik berupa denah perkotaan dan tampak atas saja. Selain itu, hanya ada garis merah dalam game ini. Game ini juga cukup ringan dan bisa dimainkan dengan spesifikasi sebagai berikut : Minimum: Requires a 64-bit processor and operating system OS: 64-bit Windows 7,8,10,11 Graphics: Anything with OpenGL 3.3 support Recommended: Requires a 64-bit processor and operating system Mamangreviewers bisa menonton video gameplay di bawah ini : https://youtu.be/5bElP2QuGXo Overall, game ini cukup sederhana permainannya dan dirasa cocok untuk mahasiswa arsitektur dan planologi serta cocok juga untuk mengisi waktu luang. Mamangreviewer yang ingin mencoba game ini, silakan klik link di sini.

Tile Cities vs Dorfromantik: Dua Pendekatan Berbeda

Penulis menyebut Dorfromantik sebagai pembanding โ€” dan perbandingan itu cukup tepat. Keduanya sama-sama game meletakkan tile di atas kanvas tanpa batas waktu, tapi karakter keduanya sangat berbeda.

Dorfromantik lebih fokus pada estetika dan pencapaian skor โ€” tile ditempatkan untuk menyambungkan jenis terrain yang sama (hutan, sungai, ladang) dan menghasilkan skor. Ada sistem misi yang terus memperbarui target, dan visualnya sangat indah dengan seni bergaya lukisan cat air.

Tile Cities lebih minimalis dan teknikal. Tidak ada misi, tidak ada narasi visual yang cantik โ€” hanya denah kota dilihat dari atas dengan sistem warna yang mencerminkan fungsi distrik. Fokusnya pada keseimbangan tata kota, bukan keindahan visual.

Catatan untuk Mamangreviewers

Karena tidak ada tutorial naratif di awal game, butuh beberapa menit pertama untuk memahami apa yang sebenarnya harus dilakukan. Ini bisa terasa frustasi jika ekspektasinya adalah game yang langsung bisa dimainkan tanpa belajar dulu.

Tapi setelah mekaniknya dipahami, Tile Cities punya ritme yang cukup menenangkan โ€” menaruh tile satu per satu sambil memperhatikan keseimbangan warna di pojok kiri bawah, seperti mendesain kota mini yang pelan-pelan tumbuh di hadapan kita.

Kesimpulan

Tile Cities adalah game yang menemukan audiensnya sendiri di antara penggemar city builder kasual dan game strategi berbasis tile. Tidak sepopuler Dorfromantik, tapi punya karakter yang berbeda dan cukup unik untuk direkomendasikan โ€” terutama untuk Mamangreviewers yang tertarik dengan konsep perencanaan kota dalam format yang ringan.

Tile Cities adalah game yang cocok dimainkan dengan santai tanpa tekanan โ€” cukup buka, letakkan tile, lihat kota mini tumbuh, dan tutup kapan saja. Sederhana tapi memuaskan.

Perbandingan dengan Game Sejenis

Genre ini sudah cukup ramai di ekosistem game mobile maupun PC. Tapi bukan berarti semua game dengan konsep serupa terasa sama โ€” eksekusi adalah segalanya.

Perbedaan terkecil dalam desain level, kecepatan feedback, atau cara game mengkomunikasikan aturannya bisa membuat pengalaman bermain terasa sangat berbeda antar judul. Game yang Penulis review ini punya keputusan desain yang cukup konsisten โ€” meski tidak sempurna, setidaknya terasa kohesif dari awal hingga akhir.

Bagi Mamangreviewers yang sudah punya pengalaman dengan genre ini, game ini layak dicoba sebagai variasi. Yang baru pertama kali masuk ke genre ini, ini bisa jadi pintu masuk yang cukup ramah โ€” tidak terlalu sulit di awal, tapi punya kedalaman yang cukup untuk dieksplorasi.

Kelebihan dan Keterbatasan

Tidak ada game yang sempurna โ€” yang ada hanyalah game yang kelebihannya lebih menonjol dari kekurangannya, atau sebaliknya.

Dari apa yang Penulis amati, game ini punya kekuatan yang cukup jelas dalam hal desain sistemnya. Mekanik utamanya konsisten dan tidak terasa random โ€” ini adalah fondasi yang baik untuk game jenis apapun.

Di sisi keterbatasan, seperti kebanyakan game indie atau game mobile, ada area yang masih bisa dikembangkan โ€” entah itu dalam hal konten, polish visual, atau variasi gameplay. Ini bukan kegagalan; ini adalah kenyataan pengembangan dengan sumber daya terbatas.

Yang penting untuk diingat: nilai sebuah game tidak hanya ditentukan dari kelengkapan fiturnya, tapi dari seberapa menyenangkan pengalaman bermainnya. Dan itu adalah sesuatu yang hanya bisa dinilai dengan mencobanya sendiri.