Food & Beverage

Nasi Goreng Spesial Putra Pekalongan : Menikmati Sentuhan Manis dan Kelezatan Tradisional di Cikutra

Kelezatan Kuliner Tradisional dengan Sentuhan Manis di Cikutra

Harbhum··5 min read

Kuartal terakhir bulan Agustus 2023 menjadi momen yang tepat bagi Penulis untuk menjajal cita rasa Nasi Goreng Spesial di tempat populer, yaitu Nasi Goreng Spesial Putra Pekalongan. Berlokasi di depan Satsikmil Cikutra (Jl. Cikutra No.328, Neglasari, Kec. Cibeunying Kaler, Kota Bandung, Jawa Barat 40124 (gmaps)), gerobak dengan meja dan 8 kursi dalam tenda ini baru membuka layanannya setelah maghrib dan siap melayani pelanggan mulai pukul 18.30. Dengan tetangga sebelahnya, Pas Mantap dan Tempe Mendoan, dengan Ayam Goreng Wong Klaten di seberangnya, tempat ini menjadi destinasi yang menarik bagi para pecinta kuliner di kawasan tersebut. Penjualnya hanya satu orang dan Mamangreviewer yang berkunjung kemari perlu bersabar apabila mengantri pesanannya. Saat memesan untuk dibungkus pulang, pilihan jatuh pada Nasi Goreng Mawut. Dengan harga sekitar 14 ribu rupiah, hidangan ini menawarkan perpaduan unik antara nasi, mie sosis, irisan ayam, dan potongan baso. Penulis melihat bahwa Nasi Goreng Mawut ini memiliki tampilan yang menggugah selera dengan komposisi bahan yang cukup beragam. Saat hidangan pertama kali disajikan, aroma harum nasi goreng langsung tercium. Rona manis yang khas terasa cukup kuat, kemungkinan berasal dari campuran bumbu kecap manis yang digunakan dalam proses pembuatan. Setiap gigitan pertama mengungkapkan tekstur yang beragam, mulai dari lembutnya nasi hingga kenyalnya mie dan sosis. Daging ayam dan baso memberikan tambahan rasa gurih yang mendalam pada setiap suapan. Menariknya, rasa manis lebih dominan dalam hidangan ini, mungkin lebih cocok untuk lidah yang menyukai sentuhan manis pada hidangan gurih. Bagi Mamangreviewers yang lebih menyukai nasi goreng dengan rasa lebih gurih atau pedas, mungkin akan merasa kurang puas dengan kehadiran rasa manis yang lebih mencolok. Selain Nasi Goreng Mawut, Nasi Goreng Spesial Putra Pekalongan juga menyajikan beragam menu lainnya. Kwetiau Goreng, Bihun Goreng, Nasi Goreng Ati-Ampela, Mie Kuah, dan menu-menu lainnya tentu memberi variasi bagi pengunjung yang ingin mencicipi selain nasi goreng. Dengan tempat yang relatif sederhana, satu gerobak dan satu meja di dalam tenda, tempat ini memberikan nuansa klasik dan sederhana dalam menikmati hidangan walau ada suara kendaraan yang mudah terdengar berlalu lalang di depan tenda. Penulis belum mencoba menu lainnya. Namun, Mamangreviewers perlu diingat bahwa akses parkir cukup terbatas dan hanya cukup untuk beberapa motor saja, mengingat tempat parkir dibagi dengan penjual makanan lain di sekitar area tersebut, seperti Pas Mantap dan Tempe Mendoan. Dalam keseluruhan, Nasi Goreng Spesial Putra Pekalongan menawarkan pengalaman makan yang unik dengan sentuhan manis yang khas. Meskipun bagi beberapa orang rasa manis yang lebih dominan mungkin memerlukan penyesuaian, tempat ini tetap menjadi alternatif menarik bagi para pencinta nasi goreng dan kuliner tradisional. Bagi Mamangreviewers yang ingin mengeksplorasi variasi rasa nasi goreng, tempat ini pantas untuk dicoba. Pengalaman Penulis di Nasi Goreng Spesial Putra Pekalongan bisa dinilai memuaskan, dan Penulis sudah merencanakan untuk kembali lagi untuk menikmati makan malam. Penulis sangat senang jika Mamangreviewers berbagi pengalaman Penulis di Nasi Goreng Spesial Putra Pekalongan. Mungkin Mamangreviewer pernah mengunjungi tempat ini atau memiliki rekomendasi tempat serupa yang patut dicoba? Penulis dan Mamang sangat tertarik mendengar ulasan dan pengalaman Mamangreviewers! Silakan tinggalkan komentar di bawah atau berbagi cerita di platform Mamang Review. Ulasan dan saran dari Mamangreviewers sangat berharga dan dapat membantu teman-teman lain dalam menemukan hidangan lezat dan tempat menarik. Jangan lupa untuk mengikuti akun Instagram Mamang Review dan berlangganan ke channel YouTube Mamang Review agar tetap terhubung dengan petualangan kuliner Penulis dan Mamang selanjutnya. Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca ulasan ini dan berbagi dengan Mamang Review!

Konteks: Nasi Goreng Khas Pekalongan

Nama "Putra Pekalongan" bukan sekadar nama — ini memberi petunjuk tentang asal-usul resep dan gaya masak yang digunakan. Nasi goreng dari tradisi Jawa Tengah, termasuk Pekalongan, memang dikenal dengan ciri khas rasa yang lebih manis dibanding nasi goreng Sunda atau nasi goreng bergaya Tionghoa.

Ini bukan kekurangan — ini identitas. Pekalongan dikenal dengan budaya batik dan kuliner yang kaya, di mana kecap manis memainkan peran penting di hampir setiap hidangan. Nasi Goreng Mawut yang Penulis coba adalah cerminan dari tradisi ini: manis, gurih, dan penuh isian.

Tips Berkunjung

Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum berkunjung ke Nasi Goreng Spesial Putra Pekalongan:

Pertama, datanglah tidak terlalu larut. Meskipun buka mulai pukul 18.30, tempat ini cukup populer di kawasan Cikutra dan bisa habis lebih awal dari perkiraan di akhir pekan.

Kedua, siapkan kesabaran ekstra. Dengan hanya satu penjual yang memasak sendiri, setiap pesanan butuh waktu — terutama saat pengunjung sedang banyak. Pesanan untuk dibungkus biasanya lebih cepat dari makan di tempat.

Ketiga, parkir sangat terbatas. Motor bisa diparkir di pinggir, tapi kalau datang dengan mobil, lebih baik parkir agak jauh dan berjalan kaki ke lokasi.

Keempat, coba juga menu lain selain Nasi Goreng Mawut — Penulis belum sempat mencoba Kwetiau Goreng dan Nasi Goreng Ati-Ampela yang juga ada di daftar menu, dan keduanya terdengar menarik untuk sesi kunjungan berikutnya.

Kesimpulan

Nasi Goreng Spesial Putra Pekalongan adalah destinasi makan malam yang menarik di kawasan Cikutra — terutama untuk Mamangreviewers yang menyukai nasi goreng dengan karakter rasa yang berbeda dari biasanya. Rasa manisnya yang dominan mungkin tidak cocok untuk semua orang, tapi itulah identitas yang membuatnya berkesan dan mudah diingat.

Untuk yang tinggal atau sering melintas di Cikutra setelah Maghrib, gerobak kuning di depan Satsikmil ini layak dijadikan tujuan makan malam yang solid.