Food & Beverage

Mi Sakura Mie Goreng — Mie Instan Murah Produk Indofood yang Punya Karakter Sendiri

Mi Sakura Mie Goreng adalah mie instan produksi PT Indofood dengan harga sangat terjangkau — aromanya mirip Indomie goreng, tapi rasanya lebih ringan dan punya keunikan tersendiri

Harbhum··3 min read

Mi Sakura adalah salah satu merek mie instan yang sudah ada di Indonesia sejak era 90-an, namun tidak sepopuler Indomie atau Mie Sedaap. Meski begitu, ada kelompok konsumen yang setia dengannya — dan setelah mencoba, Penulis mulai mengerti mengapa.

Tentang Mi Sakura

Meski namanya terinspirasi dari budaya Jepang (sakura adalah bunga Jepang yang ikonik), Mi Sakura sebenarnya adalah produk asli Indonesia yang diproduksi oleh PT Indofood — perusahaan yang juga membuat Indomie. Penulis baru mengetahui fakta ini dari Mamang.

Mi Sakura tersedia di Borma dan beberapa minimarket lainnya. Penulis membeli varian Mie Goreng pada bulan Mei 2023 dengan harga Rp 1.800 per bungkus — salah satu mie instan termurah yang masih beredar di pasaran.

Kemasan

Bungkus Mi Sakura didominasi warna putih dengan sentuhan merah yang mencolok. Desainnya simpel dan tidak terlalu ramai — langsung terlihat sebagai produk yang tidak memaksakan kesan premium.

Bumbu yang Tersedia

Di dalam satu bungkus Mi Sakura Mie Goreng terdapat dua sachet bumbu:

  1. Bumbu dan bubuk cabai — memberikan karakter rasa dasar dan sedikit sensasi pedas
  2. Kecap dan minyak sayur — memberikan lapisan rasa yang lebih dalam dan aroma yang familiar

Cara Memasak

Tekstur mie mentahnya terlihat sama dengan mie instan standar seperti Indomie. Waktu rebus juga serupa — sekitar 3 menit. Tidak ada perlakuan khusus yang diperlukan.

Rasa — Lebih Ringan, tapi Ada Karakternya

Poin penting sebelum mencoba: aroma saat diaduk dengan bumbu sangat mirip dengan Indomie Goreng — aroma klasik yang sudah akrab di hidung banyak orang Indonesia. Ini salah satu hal yang membuat Mi Sakura terasa familiar meski baru pertama dicoba.

Namun rasanya berbeda. Mi Sakura tidak terlalu gurih dibandingkan Indomie goreng — lebih ringan dan tidak terlalu kuat. Ini bukan kelemahan — ini karakternya. Ada keunikan tersendiri yang membuatnya berbeda, meski sulit dijelaskan dengan tepat tanpa langsung mencoba.

Bumbunya cukup menempel dengan baik pada mie — tidak terasa terpisah atau sekadar melapisi permukaan. Ini yang membuat pengalaman makannya tetap memuaskan meski profil rasanya lebih sederhana.

Soal pedas: rasa pedasnya tidak terlalu kuat. Bagi pecinta mie pedas yang terbiasa dengan level tertentu, Mi Sakura mungkin tidak memberikan kepuasan yang dicari. Tapi bagi yang lebih menyukai rasa ringan, ini justru cocok.

Soal Porsi

Satu hal yang perlu diperhatikan: porsi satu bungkus terasa kurang bagi Penulis. Untuk kenyang, Penulis biasanya butuh dua hingga tiga bungkus — yang artinya pengeluaran masih bisa dikontrol karena harganya sangat murah, tapi perlu dihitung kalau ingin menganggapnya sebagai makan utama.

Penggunaan di Jajanan

Mi Sakura rupanya juga digunakan oleh beberapa pedagang jajanan — bukan hanya dimasak sendiri di rumah. Penulis ingin mencoba jajanan berbahan Mi Sakura suatu saat, karena bentuk mie yang tipis mungkin menghasilkan tekstur yang berbeda saat diolah dengan cara lain.

Mamangreviewers bisa menonton YouTube Shorts Penulis saat memasak Mi Sakura di sini: https://youtu.be/elg4Z71mJXA

Kesimpulan

Mi Sakura Mie Goreng adalah mie instan yang simpel dan jujur — tidak berpura-pura jadi yang terbaik, tapi punya daya tarik tersendiri yang tidak bisa diabaikan. Aromanya yang mirip Indomie goreng membuatnya mudah diterima, sementara rasanya yang lebih ringan bisa jadi pilihan bagi yang ingin mie goreng tanpa rasa yang terlalu berat.

Dengan harga Rp 1.800, ini adalah salah satu pilihan paling ekonomis di kategori mie instan. Tersedia di Borma dan bisa ditemukan di Tokopedia bagi yang ingin beli dalam jumlah banyak.