Mie Sedaap Goreng Chef Devina: Eksperimen Campur Tiga Bungkus dan Kremesan yang Mendominasi
Penulis mencampur dua bungkus Mie Sedaap Goreng Chef Devina dengan satu bungkus Mie Sedaap Goreng biasa โ dan hasilnya lebih menarik dari yang dibayangkan. Ada perbedaan bumbu, tekstur mie, dan kremesan yang tidak bisa diabaikan.

Ada momen-momen tertentu di mana mie instan bukan sekadar pengisi perut. Kadang ia jadi eksperimen kecil yang tidak direncanakan โ dan yang terjadi sore itu di tempat teman adalah salah satunya.
Berawal dari tiga bungkus mie yang ada di tangan: dua bungkus Mie Sedaap Goreng Chef Devina dan satu bungkus Mie Sedaap Goreng biasa. Bukan rencana yang matang. Tapi dari situlah percobaan ini dimulai.
Mie Sedaap Goreng Chef Devina: Apa Bedanya dari yang Biasa?
Sebelum masuk ke pengalaman memasaknya, perlu sedikit konteks tentang produk ini.
Mie Sedaap Goreng Chef Devina adalah kolaborasi Mie Sedaap dengan Devina Hermawan โ chef dan konten kreator kuliner yang sudah punya nama di Indonesia. Ini bukan sekadar rebranding dengan wajah baru di kemasan. Ada perbedaan nyata di isi bungkusnya, terutama di bagian bumbu.
Kalau Mie Sedaap Goreng biasa hadir dengan bumbu goreng standar dan krispi bawang sebagai pelengkap, varian Chef Devina hadir dengan paket bumbu yang lebih lengkap โ termasuk bumbu goreng yang berbeda karakternya, minyak bumbu, dan kremesan yang jadi salah satu poin pembeda paling mencolok. Kemasan biasa juga punya krispi, tapi yang di varian Devina terasa lebih banyak dan lebih kasar teksturnya.

Satu hal yang sama-sama ada di keduanya: sambal merah sachet. Dan itu yang nanti Penulis coba terpisah.

Proses: Tiga Bungkus, Satu Panci
Cara masaknya sederhana: semua mie dimasak bersamaan dalam satu panci, tiriskan, lalu bumbu dari ketiga bungkus dicampur rata ke dalam mie. Tidak ada modifikasi, tidak ada topping tambahan. Murni isi kemasan.

Yang menarik sudah terasa di tahap bumbu. Bumbu goreng dari Mie Sedaap biasa dan Chef Devina terlihat berbeda โ warna, tekstur, dan aromanya tidak sama persis. Ini bukan sekadar perbedaan merek, tapi memang ada formulasi yang berbeda di antara keduanya.
Soal Rasa: Devina Mendominasi
Hasil akhirnya? Rasa Chef Devina yang paling terasa.
Dengan perbandingan 2:1 (dua Devina, satu biasa), ini mungkin sudah bisa diprediksi. Tapi yang menarik adalah seberapa jelas dominasinya โ bumbu dari satu bungkus Mie Sedaap Goreng biasa hampir tidak terdeteksi di antara dua bungkus Devina yang dicampur bersamaan.
Profil rasa Chef Devina sendiri lebih kaya dan sedikit lebih gurih dibanding Mie Sedaap Goreng biasa yang cenderung simpel. Ada kedalaman rasa dari kombinasi bumbu goreng dan minyak bumbu-nya yang tidak ditemukan di versi standar. Bukan berarti yang biasa kurang enak โ karakternya memang berbeda sejak awal.

Kremesan: Pembeda yang Paling Terasa
Kalau ada satu elemen yang benar-benar membuat pengalaman makan campuran ini berbeda, itu adalah kremesan dari Chef Devina.
Ditaburkan di atas mie setelah bumbu dicampur rata, kremesan ini memberikan kontras tekstur yang cukup signifikan โ ada bagian mie yang lembut, lalu tiba-tiba ada gigitan kriuk dari butiran kremesan yang tersebar. Jumlahnya tidak sedikit untuk ukuran satu bungkus, dan dengan dua bungkus Devina, taburannya cukup merata di seluruh porsi.
Ini yang membuat Penulis merasa varian Chef Devina bukan sekadar "Mie Sedaap Goreng dengan wajah beda di kemasan." Kremesan adalah nilai tambah nyata yang mengubah tekstur keseluruhan hidangan.
Soal Kekenyalan: Ada Perbedaan yang Terasa
Ini bagian yang sedikit mengejutkan: kekenyalan mie antara Mie Sedaap Goreng biasa dan Chef Devina terasa berbeda.
Mie dari varian Chef Devina terasa sedikit lebih kenyal dan lebih tebal โ meski perbedaannya tidak drastis. Dalam satu panci yang sama dengan waktu masak yang sama, perbedaan itu masih bisa dirasakan saat makan.
Apakah perbedaan ini berasal dari jenis tepung atau ketebalan mie yang berbeda, Penulis tidak bisa memastikan. Tapi bagi yang sensitif terhadap tekstur, ini adalah sesuatu yang akan langsung terasa di suapan pertama.
Sambal Merah: Dicoba Terpisah
Karena saat makan mie campurannya Penulis memilih untuk tidak memakai sambal merah, sambal ini akhirnya dicoba terpisah โ langsung dari sachet ke sendok kecil, dimakan begitu saja.
Hasilnya cukup menarik. Sambal merah Chef Devina bukan tipe sambal yang langsung menampar lidah. Pedasnya ada, tapi lebih ke arah pedas nikmat โ yang terasa hangat dan merata, bukan yang bikin dahi berkeringat seketika. Yang lebih menarik adalah ada nuansa terasi yang cukup jelas di sana, memberikan lapisan rasa yang sedikit lebih kompleks dari sambal sachet mie instan biasa.
Apakah sambal ini sebaiknya dipakai bersama mie-nya? Kemungkinan iya โ tapi kalau takut pedas atau ingin merasakan profil bumbu aslinya dulu, makan tanpa sambal adalah langkah yang masuk akal untuk percobaan pertama.
Beli di Mana, Harga Berapa?
Ketiga bungkus dibeli di Indomaret โ dan ini salah satu kelebihan Mie Sedaap Goreng Chef Devina: tidak susah dicari. Distribusinya sudah masuk minimarket besar, bukan produk eksklusif yang harus diburu di marketplace.
Harganya sedikit lebih tinggi dari Mie Sedaap Goreng biasa, tapi masih dalam kisaran yang sangat terjangkau untuk ukuran mie instan premium kolaborasi. Selisihnya tidak cukup besar untuk dijadikan alasan tidak mencoba.
Kesimpulan
Mie Sedaap Goreng Chef Devina adalah produk yang punya identitasnya sendiri โ bukan sekadar gimmick kolaborasi. Perbedaan bumbu, tekstur mie yang sedikit lebih kenyal, dan terutama kremesan-nya memberikan pengalaman yang memang berbeda dari Mie Sedaap Goreng biasa.
Untuk yang penasaran tapi belum pernah mencoba: beli satu bungkus dulu tanpa dicampur dengan varian lain โ itu cara paling adil untuk menilai karakter aslinya. Kalau mau eksperimen seperti yang Penulis lakukan, pastikan Devina jadi yang mendominasi perbandingannya, bukan sebaliknya.
Tersedia di Indomaret dan Alfamart terdekat. Untuk satu percobaan pertama, sangat worth it.
Sampai jumpa di review berikutnya, Mamangreviewers.