Mie Baso Pangsit Pak Heri: Langganan Lama yang Masih Harga 20 Ribuan di Cihampelas Bandung
Setelah bertahun-tahun absen, Penulis reuni dengan mie baso pangsit Pak Heri yang legendaris di kawasan STBA Yapari ABA Cihampelas Bandung. Harga Rp20.000, rasa yang tidak banyak berubah.

Ada makanan yang bukan sekadar urusan perut. Ada yang perannya lebih dari ituâyang menemani fase hidup tertentu, yang kalau kamu kembali menyantapnya setelah bertahun-tahun, rasanya bukan hanya tentang rasa di lidah, tapi juga tentang kenangan yang ikut bangkit.
Mie Baso Pangsit Pak Heri adalah salah satunya untuk Penulis.
Dari Basement ke Trotoar: Gerobak yang Bertahan
Kalau Mamangreviewers pernah kuliah di STBA Yapari ABA Bandungâatau sekadar sering nongkrong di kawasan Cihampelasâmungkin pernah kenal nama ini. Gerobak Pak Heri pernah mangkal di depan STBA Yapari ABA sejak era 2010-an, dan di situlah Penulis pertama kali berkenalan dengannya. Gerobak Pak Heri sempat masuk ke kantin Basement STBA Yapari ABA sekitar tahun 2018.
Dari sekitar 2010 sampai 2019, makan siang di gerobak Pak Heri sudah jadi rutinitas Penulis. Murah, cukup mengenyangkan, dan yang paling pentingârasanya tidak pernah mengecewakan. Tapi kemudian ada jeda. Pak Heri menghilang dari radar.
Sampai hari ini, Jumat 13 Juni 2026. Melintas di sekitar area STBA Yapari ABA, gerobak itu ada lagi. Masih dengan tampilan yang sama. Tulisan merah tebal di panel kaca. Stiker "No Borax" menempel di sudut. Pak Heri sendiri yang sibuk menyiapkan pesanan.
Tidak perlu berpikir dua kali. Penulis langsung duduk dan pesan.
Tampilan Gerobak: Sederhana, Tapi Berkarakter
Gerobak Pak Heri bukan tipe yang mencoba menarik perhatian dengan visual yang ramai. Tidak ada banner LED, tidak ada foto menu bergaya restoran modern, tidak ada promosi digital. Yang ada cuma rangka kayu dengan panel kaca, tulisan cat merah bertuliskan "MIE BASO PANGSIT Pa.Heri" di satu sisi dan "MIE YAMIN" di sisi lain.
Dari luar, terlihat jelas dapur kecilnya: dua panci besar mengepul uap, mangkuk-mangkuk berjajar, satu orang menyiapkan mie, satu lagi mengurus kuah. Ritme kerjanya sudah terlatih bertahun-tahunâtidak ada gerakan yang terbuang sia-sia.

Satu detail kecil yang Penulis suka: di pagar dekat gerobak, tergantung plastik besar berisi pangsit mentahâlembaran kulit pangsit dengan isian yang sudah siap dimasak. Itu tandanya pangsit di sini bukan dari bahan instan kemasan. Ada proses di baliknya.

Menu dan Harga
Pilihan menu di gerobak Pak Heri tidak banyak, tapi cukup:
- Mie Baso (berkuah)
- Mie Yamin (kering)
- Pangsit (bisa tambahan)
Penulis pesan kombinasi klasik: mie yamin dengan kuah baso pangsit di mangkuk terpisah. Total? Rp20.000.
Di Bandung 2026, harga segitu untuk kombo mie kering plus kuah lengkap masih tergolong ramah di kantongâterutama untuk kawasan yang berdekatan dengan Cihampelas Walk.
Review: Mie Yamin yang Setia

Mie yang dipakai Pak Heri adalah mie bulat berukuran sedangâbukan mie terlalu tipis, bukan pula terlalu tebal. Setelah matang, teksturnya ada di posisi yang pas: tidak keras kenyal berlebihan, tidak pula lembek. Kalau diangkat dengan sendok, mie melengkung dengan rapi.

Penyajian mie yamin cukup simpel: mie kering dengan taburan bawang goreng dan irisan daun bawang di atasnya. Tidak ada bumbu kering tambahan, tidak ada olesan saus yang rumit. Gurih ringan dari bawang goreng yang harum itu yang paling terasa di suapan pertama.

Untuk mie yang dibiarkan kering begini, kuncinya memang ada di apa yang kamu tambahkan sendiri. Dan di situlah sambal masuk.
Review: Kuah Baso Pangsit yang Bening dan Jujur

Kalau mie yaminnya simpel, kuah baso Pak Heri yang jadi juaranya.
Kuahnya berwarna bening kekuninganâbukan yang kecokelatan pekat dari kaldu instan, bukan pula yang bening tanpa rasa. Ringan di lidah, gurih tanpa terasa MSG berlebihan, ada aroma dari daun bawang yang jatuh ke kuah. Ini tipe kuah yang tidak mencoba keras untuk terasa mewah, tapi justru karena itulah ia terasa jujur.
Di dalam mangkuk ada:
- 3â4 butir baso ukuran sedang. Teksturnya kenyal, tidak keras, tidak lembek. Rasa dagingnya ada, meski tidak terlalu dominan.
- 1 pangsit besarâini bintangnya. Kulitnya tipis dan licin, isian dagingnya terasa saat digigit. Kalau dimakan bareng kuah, ada gurih yang meresap keluar dari dalam.
- Sayuran hijau (caisim/sawi) yang masih hijau segar, tidak overcook.
- Daun bawang dan sedikit seledri sebagai finishing.

Kombinasinya tidak revolusionerâtapi memang tidak perlu. Mie baso pangsit yang baik tidak harus unik, cukup konsisten. Dan di situlah Pak Heri sudah bertahun-tahun berhasil.
Soal Sambal: Teman Wajib Mie Yaminnya
Di atas meja tersedia dua botol saus: saus tomat merah cerah dan sambal yang lebih pekat dan gelap.
Untuk mie yamin, dua-duanya bisa dicoba. Saus tomatnya memberikan rasa sedikit asam-manis yang meringankan. Sambalnya punya panas yang terasaâpedas, tapi tidak langsung bikin kepala pusing. Masih dalam level yang nyaman untuk kebanyakan orang.

Rekomendasi Penulis: campur dua-duanya ke mie yamin, lalu aduk rata sebelum makan. Itu yang membuat mie yamin yang awalnya polos jadi punya karakter.
Soal Porsi: Kecil, Tapi Cukup
Perlu disampaikan dengan jujur: porsinya tidak besar.
Untuk Penulis, satu porsi mie yamin plus kuah baso pangsit cukup mengisi perutâtapi tidak sampai kenyang penuh. Bagi yang punya nafsu makan lebih besar, mungkin perlu tambah baso ekstra atau minta porsi lebih.
Tapi di harga Rp20.000, ini sudah masuk akal. Tidak semua hal bisa dituntut sempurna di harga segitu.
Reuni yang Tidak Perlu Banyak Kata
Yang membuat kunjungan hari ini terasa lebih dari sekadar makan siang adalah konteksnya.
Terakhir kali makan mie Pak Heri mungkin sekitar 2019. Tujuh tahun berlalu, banyak hal yang berubah di sekitar Cihampelasâtapi gerobak ini, dengan tulisan merahnya dan stiker "No Borax"-nya, masih di sini. Pak Heri masih di sini. Dan mie baksonya masih terasa seperti yang Penulis ingat.

Ada semacam ketenangan dalam hal-hal yang tetap konsisten di tengah banyak perubahan.
Cara Menemukan Pak Heri
Gerobak Pak Heri bisa ditemukan di depan kawasan STBA Yapari ABA, Cihampelas, Bandungâberseberangan dengan area RS Advent. Gerobak biasanya buka di siang hari. Disarankan datang tidak terlalu sore karena stok bisa habis lebih cepat dari yang dikira.
Menu rekomendasi: mie yamin + kuah baso pangsit, jangan lupa tambah sambal. Kalau mau coba versi yang lebih mengenyangkan, tanya apakah tersedia pangsit kuah saja sebagai tambahanâsepertinya bisa dipesan terpisah.
Kesimpulan
Mie Baso Pangsit Pak Heri bukan tempat makan yang viral. Tidak ada foto aesthetic-nya di For You Page, tidak ada antrian panjang karena review influencer. Tapi gerobak ini sudah ada jauh sebelum tren kuliner digital, dan masih bertahan sampai sekarang karena alasan yang sederhana: pelanggannya kembali bukan karena tren, tapi karena memang enak dan terjangkau.
Rp20.000 untuk semangkuk kenangan yang tetap terasa sama? Penulis rasa itu deal yang bagus.
Sampai jumpa di review berikutnya, Mamangreviewers.