2023 (September): Malabar Rp350.000, Bambam House Syariah, dan Dua Mangkuk Bubur Sebelum Pulang
Trip terbaru Penulis ke Malang pada September 2023 — naik kereta Malabar dari Bandung, menginap dua malam di Bambam House Syariah kawasan Lowokwaru, berburu bakso, cwie mie, dan bubur ayam, sampai pulang membawa enam kotak Lapis Malang.
Jumat, 22 September 2023, pukul 13.39, Penulis berangkat dari rumah dengan dua rencana: naik kereta Malabar ke Malang, dan menghabiskan ayam goreng serundeng yang sudah dipesan sebagai bekal makan malam di kereta. Seperti trip-trip sebelumnya, alasan utamanya adalah acara komunitas hobi yang memakan Sabtu dan Minggu, jadi bagian itu tidak diceritakan di sini. Yang tersisa untuk Mamangreviewers adalah ongkos, tempat menginap, dan banyak sekali makanan.
Dari Rumah ke Stasiun Bandung, Lalu Malabar 17.20
Perjalanan ke stasiun memakan tiga kali naik angkot dan baru sampai di Gerbang Utara Stasiun Bandung pukul 14.32. Di sela pergantian angkot, Penulis turun di kawasan Jalan Mataram dan membeli dua bungkus kue balok cokelat seharga Rp60.000 — kata penjualnya tahan lima hari di luar dan seminggu di kulkas. Tiket Bandung–Malang seharga Rp350.000 dicetak lewat mesin mandiri.
Karena masih ada dua jam lebih, Penulis menunggu di Masjid Al Mu'min dekat stasiun. Masjidnya sedang diperluas dan tidak menyediakan penitipan barang, jadi tas disimpan di dalam masjid selama Penulis salat Ashar, lalu menunggu di dekat Canary Bakery sambil mendaftar face recognition untuk boarding. Malabar sudah ada di jalur 2 sejak pukul 16.23 dan berangkat tepat pukul 17.20. Satu catatan jujur: kursinya terasa keras, padahal perjalanannya 13 jam lebih.
Di kereta ada musala di gerbong makan, tapi tempat wudhu di toilet. Musala ini hanya cukup untuk tiga orang. Penulis menjamak qasar Magrib dan Isya di sana, lalu makan ayam goreng serundeng Rp20.000 tadi. Troli kereta menawarkan nasi sapi lada hitam dan rendang padang di kisaran Rp40.000, sementara kopi Rp13.000. Kereta tiba di Stasiun Malang pukul 06.34, tepat sesuai jadwal.
Gerbang Timur Stasiun Malang dan Menumpang Mandi
Penulis keluar lewat gerbang timur, memotret jalur-jalur kereta, lalu menunggu sambil makan roti sampai ikut teman ke parkiran motor. Sebelum check-in, menumpang mandi dan istirahat di kos seorang teman di kawasan Mojolangu.
Sarapan Dobel dan Kuliner Mojolangu
Sabtu pagi, sebelum check-in, Penulis mampir ke Nasi Kuning Hwa Ind di Jalan Simpang Borobudur. Berdua Rp48.000, sudah termasuk kerupuk yang menurut catatan enak. Sekitar setengah jam kemudian, Penulis pindah ke Lyn's Kitchen Cwie Mie Specialist di Jalan Borobudur No. 9 dan memesan cwie mie bakso Rp25.000. Penilaiannya singkat tapi jujur: cukup enak.
Bambam House Syariah: Rp300.000 per Malam
Penulis tiba di Bambam House Syariah (Jl. Kadaka No. 3, Jatimulyo, Lowokwaru) Sabtu pukul 14.13. Tarifnya Rp300.000 per malam, dengan deposit Rp100.000 dan kartu kunci. Penulis puas selama dua malam di sini: kamar mandi di dalam dan bersih, letaknya dekat Suhat, dan Indomaret serta berbagai tempat sarapan bisa dijangkau dengan berjalan kaki. Ada ruang duduk dengan koleksi komik dan penanda arah kiblat di kamar. Kekurangannya kecil: Wi-Fi memakai halaman login captive portal, jadi malam hari kembali ke kamar harus login lagi.
Sabtu Sore di Rooftop Malang Creative Center
Pukul 15.54, Penulis naik Grab ke Malang Creative Center (MCC), gedung yang didirikan Pemerintah Kota Malang untuk pelaku ekonomi kreatif. Gedungnya delapan lantai. Penulis langsung naik tangga luar ke lantai 2 yang dipenuhi display dan acara, dengan lift dan tangga untuk naik-turun. Yang paling berkesan adalah rooftop di lantai 8: ruang terbuka dengan angin sore dan pemandangan kota. Satu kekurangan: Wi-Fi yang Penulis coba sore itu sempat tanpa internet dan putus-sambung.
Malamnya, Penulis makan tahu thek Lamongan di Cak Wotto, lalu membeli pisang keju Nusantara di Jalan Dewandaru yang habis dimakan menjelang pagi.
Bakso Cak Bowo dan Kafe di Bekas Sena Putra
Minggu menjelang siang, bubur 88 ternyata tutup, jadi Penulis pindah ke Baso Prima Cak Bowo di Jalan Kalpataru No. 2, atas rekomendasi teman yang gemar kuliner Malang. Menunya luas: baso telor, baso goreng, mie, bihun babat, siomay, siomay goreng. Penulis bayar Rp24.000 untuk semangkuk. Kuahnya terasa kaldu dan gurih, basonya empuk, sambelnya cukup pedas, dan gorengan berisi ikannya enak. Saking enaknya, Penulis ingin kembali untuk menulis ulasan lengkap.
Malamnya ke Crita Sena di Jalan Kahuripan No. 1, kafe di bekas Sena Putra. Pesanan Penulis adalah sweet orange chicken dan satu menu bernama Critabaru; harganya tidak tercatat. Suasananya gelap, dan sebagian ruangan terasa belum selesai.
Dua Mangkuk Bubur di Pagi Terakhir
Senin 25 September, Penulis menuju Bubur Ayam Bang Udin di Jalan Kalpataru No. 84, sekitar 13 menit (1 km) dari Bambam House menurut Google Maps. Bubur ayam tumpah Rp15.000, teh manis Rp3.000, dan tambahan sate telor Rp3.000. Buburnya tertutup irisan ayam, tidak terlalu kental, dan kerupuk membantu tekstur tidak terasa encer. Sambelnya tidak terlalu pedas, dan ada meja panjang di tiga sudut ruangan.
Dari sana Penulis lanjut ke Bubur Ayam Jakarta Kang Deden di Jalan Cengkeh No. 20a. Bubur ayam spesial Rp17.000 dengan topping sate telor, dilengkapi emping, selada, kacang, potongan cakue, dan irisan ayam. Sambelnya cukup pedas. Porsinya terasa lebih sedikit dibanding bubur tumpah Bang Udin, tapi empingnya jadi pembeda. Menurut Penulis, bubur ini cocok untuk sarapan di pagi yang dingin di Malang.
Pulang: Lapis Malang, Warteg, dan Malabar 16.50
Senin pukul 11.59 Penulis check-out. Setelah antre, sampai di toko Lapis Malang di Jalan Kawi, persis di sebelah Hot Cui Mie, warung yang juga Penulis datangi pada trip 2018. Pesanannya enam kotak sekaligus, dan kata teman, pemilihannya seperti di-gacha. Harganya tidak tercatat. Makan siang di sebuah warteg di Mojolangu, bayar Rp31.000 (jumlah porsinya tidak tercatat).
Penulis sampai di parkiran stasiun gedung baru pukul 16.24 dan check-in pukul 16.26. Malabar berangkat pukul 16.52, sekitar tiga menit lewat dari jadwal 16.50. Penumpang di sebelah makan Pop Mie Rp10.000 yang dijual di kereta. Perkiraan tiba di Bandung sekitar pukul 06.05, tapi catatan Penulis berhenti di Stasiun Kutoarjo pukul 23.43.
Yang Perlu Mamangreviewers Tahu
Semua harga di artikel ini adalah harga September 2023, jadi cek ulang sebelum berangkat. Jangan berharap kursi Malabar empuk; kalau mau tidur, ada yang menyewakan bantal di kereta. Wudhu di toilet kereta hanya muat tiga orang, jadi sisihkan waktu kalau mau salat di musala gerbong makan. Untuk sarapan di sekitar Bambam House, cek jam buka dulu — bubur 88 yang Penulis tuju ternyata tutup. Dan kalau butuh internet stabil di MCC, siapkan kuota sendiri.
Kesimpulan
Trip September 2023 ini jadi kunjungan terbaru Penulis ke Malang, dan kesimpulannya sederhana: kota ini paling enak dijelajahi dengan perut. Dari Rp350.000 untuk Malabar, Rp300.000 per malam di Bambam House, sampai dua mangkuk bubur berturut-turut di pagi terakhir, hampir semuanya berputar di sekitar makan. Penulis masih menyimpan foto kunjungan lama ke Batu pada 2004 dan 2005 yang layak diceritakan tersendiri, Mamangreviewers.