Travel★★★★☆ 4/5

2019 (November): Rawon Pak Min, Sleepbox Bo-Box, dan Kereta Pulang yang Tertahan di Madiun

Empat hari di Malang pada November 2019 — dari lampu kereta malam yang padam di Yogyakarta, rawon Pak Min seharga Rp10.000, menginap di sleepbox Bo-Box kawasan Lowokwaru, sampai kereta pulang yang berhenti lama di Madiun.

Harbhum··5 min read

Pukul 01.36 dini hari, Sabtu 2 November 2019, lampu gerbong kereta Bandung–Malang yang Penulis tumpangi tiba-tiba padam di Stasiun Yogyakarta. Itu kejadian pertama yang tercatat dalam trip empat hari ke Malang, 2 sampai 5 November 2019. Seperti trip sebelumnya, alasan utamanya adalah sebuah acara komunitas hobi, dan hari Minggunya hampir habis di sana, jadi bagian itu tidak diceritakan di sini. Yang tersisa dan layak ditulis justru makanan, tempat tidur, dan kereta pulang yang tidak berjalan sesuai jadwal.

Kereta Malam dan Lampu yang Padam di Yogyakarta

Kereta tiba di Stasiun Yogyakarta pukul 01.23. Belum sempat berangkat sesuai jadwal 01.38, listrik gerbong mati. Penulis melihat petugas berlari ke arah ruang mesin, mesin baru terdengar menyala pukul 01.41, dan kereta jalan lagi pukul 01.46 — tapi lampu baru kembali menyala pukul 01.50, sekitar 14 menit setelah padam.

Sisanya perjalanan relatif tenang. Kereta berhenti di Solo Balapan, Madiun, Nganjuk, Kertosono, dan Jombang, lalu diam 56 menit menurut jadwal di Surabaya Gubeng. Sarapan di kereta berupa nasi goreng seharga Rp35.000, dimakan bersama sisa chicken katsu dari hari sebelumnya, dan habis ketika kereta sampai di Porong. Tiba di Stasiun Malang pukul 09.44 menurut catatan, sedikit lewat dari jadwal 09.38.

Rawon Pak Min dan Es Lawas di Depan SMAN 9

Teman-teman menjemput dengan mobil, dan gerimis pertama turun tepat pukul 10.00. Tujuan pertama bukan penginapan, melainkan warung Pak Min di Jalan Terusan Piranha atas. Rawon yang dipesankan seharga Rp10.000 per porsi, ditambah segelas es teh. Catatan hari itu jelas: enak sekali, jauh lebih enak dibanding rawon yang pernah Penulis coba sebelumnya.

Dari sana mobil berhenti sebentar di depan SMAN 9. Penulis dibelikan es lawas (es legend) dan sebungkus pentol ceplok — dua jajanan sederhana pertama di Malang.

Menginap di Sleepbox Bo-Box, Lowokwaru

Penginapan kali ini bernama Bo-Box, sebuah sleepbox di Kecamatan Lowokwaru, persis berseberangan dengan gaming center bernama Centro; di sebelahnya ada kosan harian. Bo-Box berafiliasi dengan RedDoorz, sementara New Kawi Guest House yang dipakai tahun sebelumnya berafiliasi dengan Traveloka.

Rencana awalnya adalah kamar biasa. Namun kamar yang sudah dibayarkan teman diperpanjang begitu saja oleh tamu lain karena penjaga shift sebelumnya tidak menyampaikan apa-apa ke penjaga berikutnya. Jadilah Penulis memakai sleepbox, dan sempat berpindah posisi beberapa kali sebelum malam. Katanya itu hanya untuk hari pertama, tapi catatan di hari-hari berikutnya tetap bercerita dari dalam sleepbox.

Satu hal kecil yang menarik: cermin di dalam sleepbox ternyata bisa dibuka menjadi meja kecil. Wi-Fi tersedia lewat kata sandi dari penjaga, dan ada dispenser air minum. Kekurangannya juga ada. Pada Minggu pagi terdengar suara benturan dari sleepbox seberang, dan dini hari Senin air di bak kamar mandi tinggal sedikit karena penjaga masih mengisinya. Tarif menginapnya tidak tercatat karena sudah dibayarkan teman.

Senin: Hari Santai yang Isinya Makan Terus

Senin 4 November jadi satu-satunya hari longgar selama di sana, dan hampir semuanya diisi makan. Pagi dimulai dengan semangkuk pangsit mie seharga Rp5.000, setelah sempat menunggu gerimis deras reda. Siangnya Penulis kembali ke warung Pak Min, kali ini memesan nasi kare ayam — ayamnya empuk banget. Dilanjut es buah, siomay murah yang katanya sudah masuk panci keempat, dan mie ayam di dekat SMAN 9.

Malamnya rombongan makan di Depot Putri Kembar, tempat lalapan dengan menu gurame, es buah alpukat, dan es oreo. Menutup hari, kami mampir ke tukang ronde: ronde dengan kuah jahe dan angsle dengan kuah santan. Satu catatan jujur: hari itu lebih banyak dibayarkan teman, jadi harga sebagian besar menu di atas tidak terekam.

Selasa: Strudel Mixfruit dan Pulang yang Tertunda

Hari terakhir dimulai dengan pecel telur ceplok di sebuah warung dekat Indomaret Sarangan, lalu mie ayam telur di warung dekat pintu FKUB yang ternyata memakai Indomie — dan tetap enak. Sebelum ke stasiun, Penulis membeli dua Malang Strudel rasa mixfruit seharga Rp110.000 untuk keduanya.

Kereta premium Malang–Bandung berangkat pukul 16.30. Di sebelah Penulis duduk seorang bapak asal Madiun yang sedang bertugas ke Surabaya. Pukul 16.55 ada satu kalimat pendek di catatan: sedih meninggalkan Malang. Menjelang magrib, menu di kereta adalah nasi goreng ayam; catatan menyebut dua angka berbeda, Rp35.000 dan Rp45.000, dan Penulis tidak ingat mana yang benar.

Menjelang tengah malam kereta berhenti lama di Madiun. Penulis sempat turun ke Alfamart di sekitar stasiun dan membeli tiga bungkus Tolak Angin seharga Rp20.000, padahal di Malang sehari sebelumnya harganya Rp12.000. Pukul 23.57 ada pengumuman bahwa Mutiara Selatan dan Matarmaja baru akan diberangkatkan setelah perbaikan jalur dan rel selesai. Di media sosial ada unggahan penumpang yang menyebut KA anjlok, tapi kabar itu tidak bisa dipastikan. Catatan berhenti di titik tersebut, jadi kapan kereta kembali jalan dan tiba di Bandung tidak bisa Penulis ceritakan.

Yang Perlu Mamangreviewers Tahu

Semua harga di artikel ini adalah harga November 2019, jadi sebaiknya dicek ulang. Kondisi Bo-Box sekarang juga belum tentu sama. Kalau memilih sleepbox, bawa kabel charger yang cukup panjang: HP Penulis jatuh dua kali dari tempat colokan karena kabelnya kurang sampai. Cek juga air kamar mandi di pagi hari. Untuk kereta jarak jauh, sediakan waktu cadangan karena tertahan di Madiun bukan hal yang tidak mungkin, dan harga makanan di kereta berada di kisaran Rp35.000–Rp45.000.

Kesimpulan

Trip November 2019 ini tidak punya satu pun tempat wisata, tapi justru paling kaya soal makan. Dari rawon Pak Min di hari pertama sampai ronde dan angsle di Senin malam, Malang untuk kesekian kalinya terasa seperti kota yang enak dikunjungi cuma demi makan. Sleepbox yang airnya sempat menipis dan kereta yang tertahan di Madiun jadi catatan jujur yang tidak Penulis lewatkan. Cerita berikutnya menyusul dari kunjungan 2023, Mamangreviewers.