2018 (Maret): 9 Hari di Malang, dari Ngopi di Amsterdam sampai Bebek Sinjay
Trip paling lama Penulis ke Malang โ sembilan hari menginap di apartemen kawasan Suhat, mencicipi kopi racikan sendiri di Amsterdam, semangkuk ramen, sampai bebek goreng legendaris Sinjay.
Dari semua kunjungan Penulis ke Malang sampai saat itu, trip Maret 2018 ini yang paling lama: sembilan hari penuh, jauh lebih panjang dari trip-trip sebelumnya yang biasanya cuma tiga sampai lima hari. Diundang lagi untuk membantu acara komunitas hobi yang skalanya makin besar, Penulis akhirnya punya waktu untuk benar-benar menjajal kulinernya satu per satu โ dari kopi racikan sendiri sampai bebek goreng yang namanya sudah legendaris di Jawa Timur.
Berangkat dan Menginap di Kawasan Suhat
Seperti biasa, perjalanan dimulai dengan kereta malam dari Bandung, dan seperti biasa juga, momen paling Penulis ingat adalah langit yang berubah warna menjelang pagi โ sawah-sawah dan pepohonan yang berkelebat di luar jendela, disorot cahaya matahari terbit yang keemasan.
Untuk penginapan, kali ini Penulis dan rombongan menyewa apartemen di kawasan Suhat (Jalan Soekarno-Hatta), salah satu area paling ramai di Malang karena dekat dengan Universitas Brawijaya. Dari lantai atas apartemen, pemandangan kota cukup luas โ menara masjid dan gedung-gedung bertingkat kelihatan jelas, dengan perbukitan samar di kejauhan sebagai latar. Area sekitarnya sendiri campuran: ada lahan kosong yang masih ditumbuhi semak dan sedikit sampah di beberapa sudut, tapi begitu masuk ke jalan utama, suasananya langsung berubah jadi kawasan komersial yang padat dengan hotel, ruko, dan tempat usaha kecil.

Ngopi Sambil Lihat Proses Racik Kopi di Amsterdam
Salah satu tempat yang paling Penulis ingat dari sembilan hari ini adalah sebuah kedai kopi bernama Amsterdam. Bukan sekadar tempat ngopi biasa, di sini Penulis sempat lihat langsung proses roasting biji kopi memakai mesin sangrai โ suasananya lebih terasa seperti workshop kopi kecil dibanding kafe pada umumnya. Melihat biji kopi mentah diproses jadi siap seduh di depan mata sendiri jadi pengalaman yang menambah rasa kopi yang diminum setelahnya โ entah kenapa jadi terasa lebih related dengan apa yang baru saja dilihat.

Semangkuk Ramen dan Bebek Sinjay yang Bikin Nagih
Di sela sembilan hari itu, Penulis juga sempat mencicipi semangkuk ramen โ kuahnya gelap dan gurih, isian ayam dan sayuran, ditambah satu lembar tempura sayur besar yang jadi pelengkap di atasnya. Sayangnya nama tempatnya sendiri sudah tidak Penulis ingat persis, tapi rasanya cukup solid untuk mengobati rindu masakan Jepang di tengah kesibukan acara.

Yang paling berkesan justru datang menjelang akhir trip: Bebek Sinjay. Buat yang belum familiar, ini rumah makan asal Madura yang sudah punya nama besar di Jawa Timur, terkenal dengan bebek goreng yang empuk sampai ke tulang serta sambal pencit (mangga muda) yang jadi ciri khasnya. Penulis pesan bebek goreng lengkap dengan nasi, sambal, mentimun, dan daun kemangi segar โ potongan bebeknya garing di luar, empuk di dalam, dan sambalnya punya rasa asam-pedas yang bikin nambah nasi. Kalau Mamangreviewers kebetulan lewat Malang atau sekitarnya dan belum pernah coba, ini salah satu yang wajib masuk daftar.

Oleh-Oleh Malang Strudel
Sebelum pulang, seperti biasa, Penulis menyempatkan beli oleh-oleh Malang Strudel โ roti gulung khas Malang dengan isian lapis-lapis. Kali itu pilih rasa keju, dengan harga waktu itu sekitar Rp81.000 per boks. Rasanya manis gurih, cocok dibawa pulang buat keluarga atau dibagi-bagi ke teman kerja.
Yang Perlu Mamangreviewers Tahu
Karena trip ini sembilan hari dan sebagian besar waktu tetap terpakai untuk keperluan acara, Penulis tidak sempat mengeksplorasi Malang seluas yang mungkin dikira dari durasinya. Area sekitar Suhat sendiri, meski strategis dan dekat ke mana-mana, bukan kawasan yang secara khusus indah untuk dijelajahi jalan kaki โ banyak lahan kosong dan sudut kota yang masih apa adanya, jadi ekspektasinya jangan terlalu tinggi soal suasana kawasannya. Kalau Mamangreviewers mencari pengalaman kuliner dan ngopi yang solid, area ini oke; kalau mencari suasana kota yang instagramable, mungkin perlu cari referensi lain.
Kesimpulan
Trip Maret 2018 ini jadi salah satu yang paling berkesan soal kuliner buat Penulis โ kopi Amsterdam, ramen hangat, dan Bebek Sinjay jadi kombinasi yang susah dilupakan meski sudah bertahun-tahun berlalu. Sembilan hari juga cukup untuk membuat Penulis merasa sedikit lebih "kenal" dengan ritme kota Malang, meski belum sepenuhnya jadi turis di kotanya sendiri. Cerita berikutnya, September 2018, justru jadi salah satu trip paling menyenangkan yang pernah Penulis alami ke Malang โ dan itu akan menyusul di artikel selanjutnya, Mamangreviewers.