Games & Toys

Lightwave (PC Indie Game)

Platformer 2D retro cepat dengan estetika neon โ€” seru dimainkan bersama hingga 4 pemain

Harbhumยทยท5 min read

Level tutorialnya saja sudah membuat Penulis kena jebakan berkali-kali. Bisa dibayangkan betapa cepatnya game ini berjalan saat sudah memasuki level sesungguhnya.

Apa Itu Lightwave?

Lightwave adalah proyek indie 2D platformer buatan P3T Programming yang dirilis pada 25 Februari 2021. Game ini bisa dimainkan multiplayer hingga 4 pemain โ€” menjadikannya salah satu game yang jauh lebih seru dimainkan bersama dibanding solo.

Cara Bermain

Permainan dimulai dengan memasukkan pemain, lalu langsung berlanjut ke level tutorial yang mengajarkan gerakan dasar karakter:

  • WASD untuk bergerak
  • Space untuk melompat
  • CTRL untuk slide saat berlari โ€” slide juga bisa dilakukan di udara saat sedang melompat

Kombinasi gerakan ini menciptakan ritme cepat yang membutuhkan refleks dan koordinasi yang baik. Penulis menyarankan gamepad untuk kontrol yang lebih mulus dibanding keyboard โ€” terutama saat bermain di level yang lebih kompleks.

Desain Visual

Lightwave menggunakan pixel art sebagai gaya visual utamanya โ€” serupa dengan Aground dan Moonlighter โ€” namun dengan tambahan elemen neon light yang mengingatkan pada estetika film Tron. Hasilnya adalah tampilan retro yang terasa segar dan modern sekaligus, dengan warna-warna cerah yang mencolok di atas background gelap.

Perbandingan dengan Game Sejenis

Kontrol dan gameplay Lightwave sangat mengingatkan Penulis pada Super Meat Boy โ€” platformer cepat yang menuntut presisi tinggi dan toleransi kegagalan yang besar. Pemain yang terbiasa dengan Super Meat Boy akan langsung merasakan kemiripannya, sekaligus tahu apa yang harus dipersiapkan.

Spesifikasi PC

Minimum Recommended
OS Windows 7 SP1 Windows 10
Processor x86 dengan SSE2 x86/x64 dengan SSE2
RAM 500 MB 1 GB
GPU DX10/11/12 DX10/11/12
Storage 400 MB 1 GB
Network โ€” Broadband

Penilaian Penulis

Lightwave adalah game yang sederhana dalam konsep tapi menantang dalam eksekusi. Dimainkan solo sudah cukup mengasyikkan, tapi keseruannya meningkat drastis saat dimainkan bersama teman โ€” saling bersaing, saling mengganggu, atau saling membantu melewati rintangan.

Untuk Mamangreviewers yang ingin mencoba demo atau langsung main bareng teman, silakan klik di sini.

Multiplayer Lokal yang Semakin Langka

Lightwave mendukung multiplayer hingga 4 pemain secara lokal โ€” sebuah fitur yang semakin langka di era game online. Di tengah tren multiplayer berbasis internet dengan matchmaking dan server, game yang bisa dimainkan bareng di satu layar punya daya tarik nostalgia tersendiri.

Bayangan Penulis saat mencoba Lightwave: memainkannya bersama teman-teman di satu ruangan, saling berteriak saat hampir jatuh, atau tertawa saat satu pemain tidak sengaja menghalangi pemain lain. Pengalaman itu tidak bisa direplikasi oleh voice chat sebaik apapun.

Pixel Art dan Estetika Neon

Pilihan gaya visual Lightwave โ€” pixel art dengan neon light โ€” adalah kombinasi yang tidak biasa tapi berhasil. Pixel art membawa kesan retro yang familiar, sementara neon memberikan energi dan modernitas yang membuat game tidak terlihat ketinggalan zaman.

Kombinasi serupa bisa ditemukan di game seperti Neon Abyss atau Katana ZERO โ€” dua judul indie yang juga sukses memadukan pixel art dengan estetika neon. Lightwave mengikuti jejak estetik yang sama, meski skalanya lebih kecil sebagai proyek indie.

Untuk Mamangreviewers yang menyukai gaya visual ini, Lightwave adalah satu lagi judul yang layak masuk daftar tontonan โ€” atau lebih tepatnya, daftar mainan bareng teman.

Kesimpulan

Lightwave adalah demo yang berhasil memperlihatkan potensi game platformer kooperatif lokal yang masih jarang di pasar indie Indonesia. Visual neon yang mencolok, gameplay yang intuitif, dan dukungan hingga 4 pemain menjadikannya kandidat yang menarik untuk sesi main bareng. Pantau perkembangannya di Steam.

Tantangan Membuat Platformer yang Adil

Salah satu tantangan terbesar dalam desain game platformer adalah keseimbangan antara "cukup sulit untuk menarik" dan "cukup mudah untuk tidak membuat frustrasi". Game yang terlalu mudah terasa tidak bermakna; game yang terlalu sulit membuat pemain berhenti lebih awal dari yang seharusnya.

Berdasarkan demo yang dimainkan, Lightwave tampaknya memahami keseimbangan ini dengan baik. Tantangan ada, tapi masih dalam batas yang membuat pemain ingin mencoba lagi โ€” bukan menyerah dan uninstall.

Potential untuk Konten Level Buatan Pengguna

Satu hal yang belum jelas dari demo: apakah versi penuh akan menyertakan level editor atau tidak. Untuk game platformer dengan estetika yang sekuat Lightwave, fitur level buatan pengguna bisa sangat memperpanjang umur game โ€” bayangkan komunitas yang membuat dan berbagi level dengan tema neon yang berbeda-beda.

Ini adalah harapan Penulis untuk versi penuhnya โ€” kalau fitur ini hadir, Lightwave bisa menjadi salah satu game indie yang dimainkan jauh melebihi durasi yang diperkirakan.

Kesimpulan Lengkap

Lightwave adalah demo yang berhasil menjual dirinya sendiri. Visual yang memukau, gameplay yang solid, dan dukungan multiplayer lokal menjadikannya proposal yang sangat menarik โ€” baik untuk pemain solo yang mencari pengalaman sinematik, maupun untuk sesi main bareng yang penuh tawa. Pantau di Steam untuk update rilis versi penuhnya.

Untuk Mamangreviewers yang suka game platformer atau mencari game baru untuk dimainkan bersama teman, Lightwave layak masuk radar. Visual neon-nya yang memukau dan gameplay kooperatifnya yang menyenangkan menjadikannya salah satu demo paling berkesan yang Penulis coba tahun ini.