Food & Beverage

Lanzhou Lamian Sucore: Menelusuri Jejak Kelezatan Mie Tradisional China dari Hangzhou Hingga Bandung

Menyelami Aroma dan Kenikmatan Mie Tradisional China: Sebuah Pengalaman Kuliner yang Tak Terlupakan dari Oasis Halal di Hangzhou Menuju Ekspansi di Sucore Bandung.

harbhum··6 min read
Lamian adalah sejenis mie Tionghoa yang terbuat dari tepung gandum lembut, khususnya populer di wilayah utara China. Nama "Lamian" sendiri berasal dari proses pembuatannya yang melibatkan menarik dan meluruskan adonan menjadi serat-serat halus dengan menggunakan berat adonan. Metode unik pembuatan mie Lamian berasal dari Tiongkok. Deskripsi awal tentang cara membuat mie Lamian dengan teknik menarik tercatat dalam Songshi Yangsheng Bu, sebuah buku panduan diet yang ditulis pada tahun 1504 oleh Song Xu, seorang ahli pertanian dan gastronom dari dinasti Ming. Teknik ini melibatkan memutar, meregangkan, dan melipat adonan menjadi serat-serat, di mana panjang dan ketebalan serat tersebut bergantung pada jumlah kali lipatan adonan. Dengan begitu, Lamian tidak hanya menjadi hidangan lezat, tetapi juga menyimpan nilai sejarah yang kaya dari zaman ke zaman. Lamian, mie Tiongkok yang ikonik, menarik perhatian dengan proses pembuatannya yang unik. Proses ini melibatkan penguluran tangan adonan gandum, menciptakan helai mie tipis dan panjang dengan tekstur khas. Namun, daya tarik sejati Lamian terletak pada gaya khasnya, terutama yang berasal dari Lanzhou. Gaya Lanzhou Lamian membedakan diri dengan pendekatan yang agresif dalam pengolahan adonan. Adonan ditarik lurus tanpa putaran atau melambaikan, menciptakan mie yang elastis dan bermutu tinggi. Tepung juga dipakai dengan bijak, memberikan lapisan tambahan yang memberi karakteristik istimewa pada mie tersebut. Rasa Lamian gaya Lanzhou sering disajikan dalam sup daging sapi yang khas, menciptakan kenikmatan kuliner yang memikat. Kepopuleran Lamian gaya Lanzhou tak hanya di China, tetapi juga merambah ke negara-negara lain. Restoran Lamian di seluruh dunia, terutama di kota-kota besar, menawarkan pengalaman menyantap mie yang otentik. Dengan cita rasa yang kaya dan proses pembuatan yang tradisional, Lamian gaya Lanzhou terus mempertahankan statusnya sebagai lambang kuliner Tiongkok yang mendunia. Restoran Lanzhou Lamian, yang memiliki basis di Hangzhou, China, menjadi sorotan mamangreviewers kali ini. Dengan kepemilikan oleh Ma Ayisha, restoran ini menawarkan konsep unik sebagai oasis bagi mereka yang mencari makanan halal di tengah kesibukan Asian Games 2023. Dengan nama yang mencuat, Lanzhou Lamian telah menjadi destinasi kuliner halal yang menonjol di Hangzhou sejak tahun 2019. Pada tulisan ini, penulis akan membahas keunikan restoran ini, mencermati kesan pengunjung di Hangzhou, dan menyelami pandangan Ma Ayisha tentang kehidupan muslim di China. Selain itu, penulis akan membawa Mamangreviewers melangkah lebih jauh ke dalam pengalaman Lanzhou Lamian dengan merinci review kedatangan cabang terbaru di Sucore Bandung. Mari kita telusuri lebih lanjut apa yang membuat restoran ini begitu istimewa dan apakah cabang terbaru di Indonesia dapat mempertahankan kualitas dan keaslian dari asalnya di Hangzhou. Penulis akan membahas peresmian cabang pertama Lanzhou Lamian di Living World Alam Sutera, Tangerang, pada tanggal 28 November 2023. kesan ini memberikan Mamangreviewers kesempatan untuk merasakan sendiri varian menu yang ditawarkan oleh restoran ini, sekaligus mengevaluasi keberhasilan promosi spesial yang dihadirkan dalam rangka peresmian. Pada acara peresmian, Lanzhou Lamian tidak hanya menawarkan hidangan khas Lamian dengan varian sapi, goreng Xinjiang, hingga menu berbasis daging kambing dan ayam. Restoran ini juga memberikan promosi spesial yang mengundang perhatian, seperti Lamian seharga 1 rupiah dan Buy One Get One. Mamangreviewers dapat mengevaluasi sejauh mana keberlanjutan dari kehalalan makanan ini dan sejauh mana menu-menu tersebut dapat memenuhi selera kuliner di Indonesia. Dengan merinci varian menu dan mengevaluasi promosi spesial ini, penulis akan memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang pengalaman di cabang pertama Lanzhou Lamian di Indonesia. Bagaimana respon Mamangreviewers terhadap keberagaman menu dan sejauh mana promosi tersebut memberikan nilai tambah bagi pengunjung? Mari kita selami bersama sensasi unik ini dalam rangka memberikan informasi yang berguna bagi Mamangreviewers yang tengah mencari kenikmatan kuliner halal yang istimewa. Lanzhou Lamian tidak berhenti pada kesuksesannya di Living World Alam Sutera. Dengan semangat ekspansi, restoran ini mengumumkan kehadirannya di Sucore Bandung, menjadi pilihan terbaru bagi Mamangreviewers yang mencari pengalaman kuliner yang otentik. Tempat ini menghadirkan suasana yang unik dengan sisi luar yang dilengkapi dua meja, sementara sisi dalam menyajikan satu meja counter yang menyatu dengan tempat pembuatan mie tarik (lamian). Dengan sekitar lima meja di ruangan dalam, interior Lanzhou Lamian di Sucore Bandung menampilkan banyak unsur oriental yang memikat. Hal ini memberikan suasana Oriental saat Penulis duduk di dalam.  Sensasi memasak mie tarik yang terjadi di depan mata memberikan sentuhan khusus. Penulis merasakan keunikan konsep restoran ini saat memesan Lamian Szechuan. Rasanya benar-benar ringan tapi meresap ke dalam mie. Daging ayamnya empuk dan rasa pedasnya juga cukup kuat.  Kuah yang terpisah ini memberikan rasa yang lebih kuat setelah rasa ringan tadi sehingga ada sensasi baru setelah menyeruput kuahnya Varian menu Lamian Ayam Kecap yang dipesan oleh teman penulis juga tidak kalah mengesankan. Citarasa ringan dan kekenyalan mie menciptakan kombinasi yang luar biasa. Penulis memilih untuk menikmati minuman Lucha, dan kepuasannya tak terbantahkan. Mie yang ditarik dan dibanting menciptakan kenikmatan tersendiri, Tapi rasa ringan dari Lamian ini lebih tipis dibandingkan Bakmi Xi Mantap dan Ong Noodles. Teman penulis, yang mencoba Lamian Wonton, menyatakan bahwa kuahnya memberikan rasa yang lebih dalam dan terasa meresap ke dalam mie. Tak hanya itu, penulis mencatat rekomendasi dari keponakan yang menyarankan mencoba Lamian Cheese Soup, memberikan variasi menu yang menarik untuk dicoba. Untuk Mamangreviewers yang ingin menikmati Lanzhou Lamian tanpa harus datang ke Sucore Bandung, restoran ini juga tersedia di Gofood. Dengan beragam pilihan menu yang disajikan di Sucore Bandung, Lanzhou Lamian menghadirkan nilai tambah bagi penggemar kuliner halal. Rincian harga yang terjangkau semakin menambah karakteristik unik restoran ini. Berikut adalah daftar harga untuk referensi Mamangreviewers: Lamian: - Lamian Basic: Rp15.000 - Lamian Ayam Kecap: Rp25.000 - Lamian Wonton: Rp25.000 - Lamian Chicken Katsu: Rp25.000 - Lamian Rica: Rp25.000 - Lamian Blackpepper: Rp25.000 - Lamian Szechuan: Rp27.000 - Lamian Chicken Soup: Rp30.000 - Lamian Cheese Soup: Rp30.000 Rice Bowl: - Nasi Chicken Katsu: Rp25.000 - Nasi Ayam Lada Hitam: Rp25.000 - Nasi Ayam Saus Szechuan: Rp25.000 Topping: - Nori: Rp1.500 - Telor Omega: Rp3.000 - Smoked Beef: Rp5.000 - Chasiu: Rp12.000 - Katsu: Rp10.000 - Rica: Rp10.000 - Black Pepper: Rp10.000 - Ayam Kecap: Rp10.000 - Beef: Rp15.000 Side Dish: - Crackers: Rp2.500 - Bakpao (2 pcs): Rp10.000 - Wonton Soup: Rp10.000 - Spicy Wonton: Rp12.000 - Seblak Wonton: Rp12.000 - Dimsum Mix (3 pcs): Rp15.000 - Kentang Keju: Rp15.000 - Bakso Ikan (3 pcs): Rp10.000 Minuman: - Lucha: Rp3.000 - Tiancha: Rp5.000 - Lemonite: Rp12.000 - Lemon Tea: Rp15.000 - Teh Tarik: Rp15.000 - Matcha Latte: Rp15.000 - Choco Royale: Rp15.000 - Kopi Susu: Rp15.000 - Aneka Jus: Rp15.000 Mungkin Mamangreviewer pernah mengunjungi Lanzhou Lamian di cabang yang lain atau memiliki rekomendasi tempat serupa yang patut dicoba? Apa Lamian favorit Mamangreviewers? "Ada menu yang belum dicoba dan ingin Mamangreviewers rekomendasikan? Penulis dan Mamang sangat tertarik mendengar ulasan dan pengalaman Mamangreviewers! Silakan tinggalkan komentar di bawah atau berbagi cerita di platform Mamang Review. Ulasan dan saran dari Mamangreviewers sangat berharga dan dapat membantu teman-teman lain dalam menemukan hidangan lezat dan tempat menarik. Jangan lupa untuk mengikuti akun Instagram Mamang Review dan berlangganan ke channel YouTube Mamang Review agar tetap terhubung dengan petualangan kuliner Penulis dan Mamang selanjutnya. Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca ulasan ini dan berbagi dengan Mamang Review!