Teknologi

Everything (Windows)

Software Pencari File Windows yang Jauh Lebih Cepat dari File Explorer

Harbhum··5 min read

Pernah frustrasi menunggu hasil pencarian di File Explorer yang terasa lambat padahal file yang dicari sudah pasti ada di komputer? Kalau pernah, mungkin sudah waktunya berkenalan dengan Everything.

Sebagai catatan: Everything di sini adalah software pencari file untuk Windows — bukan lagu yang dinyanyikan Michael Bublé pada 2007, meski namanya memang sama persis.

Apa Itu Everything?

Everything adalah software pencari file untuk Windows yang bekerja secara instan. Penulis sudah menggunakannya sejak 2014 saat masih memakai Windows 7, dan hingga sekarang tidak pernah merasa perlu beralih ke alternatif lain.

Cara kerjanya sederhana: ketik nama file, hasilnya muncul dalam hitungan detik — bahkan untuk koleksi file yang sangat besar sekalipun. Kecepatannya jauh melampaui fitur pencarian bawaan Windows yang perlu mengindeks ulang secara berkala.

Tampilan dan Fitur

Everything bisa menampilkan hasil pencarian dalam dua format: thumbnail (berguna untuk file gambar atau video) dan detail seperti tampilan File Explorer biasa. Penulis sering menggunakan mode thumbnail saat mencari file visual yang lupa namanya.

Di dalam menu pengaturan, tersedia berbagai opsi kustomisasi tampilan — mulai dari kolom yang ditampilkan, urutan hasil, hingga filter berdasarkan ekstensi file.

Untuk pengguna yang lebih teknis, Everything juga menyediakan SDK yang bisa diintegrasikan dengan beberapa bahasa pemrograman, termasuk Python. Ini memungkinkan pencarian file dilakukan secara programatik dari luar aplikasinya.

Untuk Siapa Everything Berguna?

Everything sangat membantu bagi siapa pun yang punya banyak file dan sering kesulitan mengingat lokasi penyimpanannya. Ini terutama berlaku untuk:

  • Desainer yang perlu menemukan aset gambar dengan cepat
  • Penulis atau peneliti yang menyimpan banyak dokumen referensi
  • Developer yang bekerja dengan banyak folder proyek

Intinya: siapa pun yang bekerja dengan banyak file dan menghargai waktu.

Alternatif Lain

Kalau ingin mencoba opsi lain, penulis juga menemukan beberapa software pencari file untuk Windows:

  • Listary — tersedia versi gratis dan berbayar (freemium)
  • UltraSearch — gratis dan ringan

Tapi untuk penggunaan sehari-hari, Everything tetap jadi pilihan utama penulis sampai sekarang.

Mamangreviewers bisa menonton video penggunaannya di sini: https://youtu.be/oJZouvFj1-Q

Untuk mengunduh Everything, silakan kunjungi situs resminya di link ini.

Kenapa File Explorer Bawaan Windows Lambat?

Untuk yang penasaran kenapa pencarian di File Explorer bawaan terasa jauh lebih lambat, jawabannya ada di cara kerja indexing-nya. Windows Search menggunakan proses indexing latar belakang yang tidak selalu up-to-date — terutama di folder yang jarang dibuka atau drive eksternal yang baru disambungkan.

Everything bekerja berbeda: ia langsung membaca Master File Table (MFT) dari NTFS — struktur data internal Windows yang menyimpan lokasi semua file di drive. Karena MFT selalu diperbarui secara real-time oleh sistem operasi, Everything bisa memberikan hasil pencarian yang instan dan akurat tanpa perlu proses indexing sendiri.

Ini juga yang menjelaskan kenapa Everything hanya bekerja di drive dengan format NTFS — format yang umum digunakan di Windows. Drive dengan format FAT32 atau exFAT tidak bisa memanfaatkan MFT dengan cara yang sama.

Tips Penggunaan Everything

Beberapa trik yang Penulis gunakan sehari-hari:

  • Filter berdasarkan ekstensi: ketik .pdf untuk mencari semua file PDF, atau .mp4 untuk semua video
  • Pencarian di folder tertentu: gunakan sintaks folder: nama_folder untuk mempersempit hasil
  • Sortir berdasarkan tanggal: sangat berguna saat mencari file yang baru-baru ini dimodifikasi tapi lupa namanya
  • Bookmark lokasi favorit: Everything bisa menyimpan folder yang sering dicari sebagai shortcut

Setelah terbiasa dengan Everything, kembali ke File Explorer untuk mencari file terasa seperti mundur beberapa langkah.

Kesimpulan

Everything by Voidtools adalah aplikasi yang wajib ada di setiap komputer Windows. Gratis, ringan, dan kecepatannya dalam menemukan file tidak tertandingi oleh tools pencarian lain. Setelah terbiasa menggunakannya, kembali ke File Explorer untuk mencari file terasa seperti langkah mundur yang tidak perlu dilakukan.

Pertimbangan Sebelum Mulai Menggunakan

Sebelum memutuskan untuk mengintegrasikan tools baru ke dalam workflow, ada beberapa pertanyaan yang layak dijawab terlebih dahulu:

Pertama, apakah tools ini menyelesaikan masalah nyata yang sedang dihadapi, atau hanya "menarik untuk dicoba"? Menambahkan tools baru tanpa kebutuhan yang jelas hanya menambah kompleksitas tanpa manfaat yang setara.

Kedua, berapa learning curve-nya? Tools yang powerful tapi butuh waktu berminggu-minggu untuk dikuasai mungkin tidak sepadan jika kebutuhannya bisa dipenuhi dengan sesuatu yang lebih sederhana.

Ketiga, apakah tools ini terus dikembangkan dan didukung? Untuk tools yang akan digunakan dalam jangka panjang, stabilitas dan roadmap pengembangan adalah pertimbangan penting.

Penulis tidak menjawab semua pertanyaan ini untuk setiap pembaca — karena jawabannya sangat bergantung pada konteks masing-masing. Yang bisa Penulis lakukan adalah memberikan gambaran yang cukup jelas untuk membantu Mamangreviewers membuat keputusan sendiri.

Soal Privasi dan Data

Di era di mana privasi data semakin menjadi perhatian, ini adalah aspek yang layak dipertimbangkan saat memilih tools baru. Apa saja data yang dikumpulkan, bagaimana data tersebut digunakan, dan apakah ada opsi untuk mengontrol atau menghapusnya adalah pertanyaan yang relevan.

Untuk tools produktivitas dan notetaking pada khususnya, data yang tersimpan di platform bisa sangat sensitif — catatan pribadi, dokumen kerja, atau informasi lain yang tidak ingin bocor ke pihak ketiga. Memahami kebijakan privasi tools yang digunakan adalah langkah yang bijak sebelum menyimpan informasi penting di sana.

Penulis menyarankan Mamangreviewers untuk membaca kebijakan privasi dari tools apapun yang dipilih — meski membosankan, ini adalah perlindungan dasar yang sering diabaikan.

Gratis vs Berbayar: Menemukan Keseimbangan yang Tepat

Sebagian besar tools modern hadir dalam dua versi: gratis dengan fitur terbatas, dan berbayar dengan akses penuh. Memutuskan kapan harus upgrade adalah pertanyaan yang tidak selalu mudah dijawab.

Panduan sederhana yang Penulis gunakan: coba versi gratis minimal selama dua minggu dalam penggunaan nyata sehari-hari. Kalau dalam dua minggu itu kamu menemukan diri sendiri terus terbentur batas fitur gratis dan itu menghambat pekerjaan, itu sinyal untuk upgrade. Kalau fitur gratis sudah mencukupi kebutuhan, tidak perlu terburu-buru.

Untuk tools yang dibahas di artikel ini, versi gratis sudah cukup representatif untuk dievaluasi — semua fitur utama bisa dicoba sebelum memutuskan untuk berkomitmen lebih.