Teknologi

eDEX-UI: Terminal Bertema Sci-Fi untuk Linux, Windows, dan Mac

Terminal Emulator Bertema Futuristik yang Bikin Layar Komputer Terlihat Seperti Film Sci-Fi

Harbhumยทยท3 min read

Kalau selama ini terminal di komputermu terasa membosankan dengan tampilan hitam polos dan teks putih, eDEX-UI hadir untuk mengubah persepsi itu sepenuhnya. Ini bukan sekadar terminal biasa โ€” ini terminal yang tampilannya seperti keluar dari film fiksi ilmiah.

Apa Itu eDEX-UI?

eDEX-UI adalah terminal emulator berbasis ElectronJS buatan GitSquared yang bisa diinstall di Linux, Windows, maupun Mac. Dari segi fungsi, command yang digunakan tetap sama dengan command line Linux pada umumnya โ€” tapi tampilannya yang membedakan segalanya.

Fitur yang Menarik

Begitu dibuka, eDEX-UI langsung menyambut dengan antarmuka yang penuh โ€” mulai dari tampilan sistem (RAM, CPU, proses yang berjalan) hingga keyboard virtual di sisi layar.

Beberapa fitur yang cukup berguna:

  • Multi-terminal โ€” ada beberapa tab terminal yang bisa dibuka sekaligus dan dipisahkan per keperluan, cukup dengan klik di bagian atas.
  • Keyboard virtual โ€” keyboard di sisi kiri bawah layar bisa diklik dengan mouse atau disentuh di layar sentuh. Berguna sebagai alternatif saat keyboard fisik bermasalah.
  • Efek suara โ€” ada suara ketikan dan transisi yang menambah kesan futuristik. Bisa dinonaktifkan kalau terasa mengganggu.
  • Shortcut di sisi layar โ€” beberapa shortcut tersedia langsung di antarmuka tanpa perlu menghafal.

Pilihan Tema

Ini bagian yang paling menyenangkan. eDEX-UI punya berbagai tema yang bisa dipilih, di antaranya:

  • Tron โ€” grid biru gelap yang terinspirasi dari film Tron (1982). Penulis menggunakan ini karena memang menyukai film Tron. Ada beberapa varian Tron Theme yang bisa dipilih juga.
  • Matrix โ€” dominan warna hijau dengan efek hujan karakter khas film Matrix.
  • Interstellar โ€” untuk yang menyukai nuansa luar angkasa yang lebih gelap.

Untuk mengganti tema: tekan CTRL + SHIFT + S di Windows/Linux, pilih bagian Theme, lalu tekan Reload UI.

Cara Install dan Mulai Menggunakan

eDEX-UI tersedia di GitHub sebagai project open source: github.com/GitSquared/edex-ui. Tersedia installer untuk Windows (.exe), macOS (.dmg), dan Linux (.AppImage). Instalasi tidak memerlukan konfigurasi khusus โ€” setelah diunduh dan dijalankan, eDEX-UI langsung siap digunakan.

Satu hal yang perlu diperhatikan: eDEX-UI berjalan dalam mode fullscreen secara default. Untuk keluar dari mode fullscreen atau menutup aplikasi, gunakan shortcut CTRL + SHIFT + F untuk toggle fullscreen, atau tutup lewat menu yang bisa diakses dengan CTRL + SHIFT + S.

Status Proyek dan Catatan Keamanan

Diperbarui Oktober 2026. Repositori resmi eDEX-UI sudah diarsipkan sejak Oktober 2021, jadi proyek ini tidak lagi dikembangkan secara aktif.

Fork komunitas bernama eDEX-UI security patched menyebut versi asli punya celah keamanan: situs web berbahaya bisa tersambung ke WebSocket yang mengontrol terminal internal eDEX-UI. Keterangan ini berasal dari README fork tersebut, bukan dari pengumuman resmi pengembang asli, dan fork itu tidak diuji dalam artikel ini.

Dengan catatan tersebut, Penulis menyarankan memakai eDEX-UI untuk tampilan dan demo, bukan sebagai terminal utama untuk pekerjaan yang menyangkut data sensitif.

Catatan Teknis

Karena berbasis ElectronJS, eDEX-UI cukup berat untuk dijalankan dibanding terminal biasa โ€” konsumsi RAM-nya terasa lebih tinggi. Untuk komputer dengan RAM di bawah 4GB, ini mungkin terasa sedikit berat jika dijalankan bersamaan dengan banyak aplikasi lain. Tapi untuk penggunaan sesekali atau demo, ini tidak jadi masalah berarti.

Untuk Siapa?

eDEX-UI lebih cocok sebagai alat untuk pengguna yang sudah familiar dengan terminal Linux dan ingin tampilan yang lebih menarik โ€” baik untuk dipamerkan maupun untuk demo di depan orang yang belum pernah melihat terminal. Untuk pemula yang baru belajar Linux, lebih baik mulai dari terminal standar terlebih dahulu.

Kesimpulan

eDEX-UI menarik bagi Mamangreviewers yang ingin terminal dengan estetika sci-fi yang dramatis. Gratis, open source, dan tersedia di Windows, macOS, serta Linux. Hanya saja, karena proyek aslinya sudah tidak dikembangkan dan ada catatan soal celah keamanan, pakailah dengan hati-hati.