Entertainmentโ˜…โ˜…โ˜…โ˜…โ˜… 5/5

DISB Untitled

A simple Japanese Pop culture Community event in chill city at East Java

Harbhumยทยท5 min read
DISB Untitled

DISB Untitled adalah acara komunitas penggemar pop culture Jepang yang diadakan pada hari Minggu tanggal 3 November 2019 oleh DISB Project. Acara ini adalah lanjutan dari DISB Tachiagare tahun lalu. Sekilas mengenai acara DISB Tachiagare tahun kemarin, acara tersebut diadakan di Aula kampus 1 ITN Malang pada tanggal 9 September 2018 yang diisi oleh Penampilan dance cover, band, kompetisi cover sing, dan coswalk. Ada stand komunitas, stand makanan, dan stand merchandise dalam acara ini. Guest star di acara tersebut adalah Victory dan FIBeats. Victory adalah dance group asal Bekasi yang khusus membawakan cover dari Avex. Mereka menjadi guest star dari luar Malang yang mengisi acara ini pada tahun lalu. Tahun ini, acara diadakan di tempat yang sama dengan tahun ini masih berisi stand makanan, stand komunitas, dan penampilan panggung lainnya. Acara tambahannya adalah Idol Cover Competition yang pemenangnya akan dibawa ke Ikimasu. MC acara ini adalah Mas Andy Wijaya yang dibantu oleh Fenichi. Mas Andy juga menjadi MC acara tahun lalu. Guest star dari luar Malang tahun ini adalah SayWon dari Jogja. SayWon ini beranggotakan 6 orang yang sering meng-cover lagu dari PassCode dan sudah punya Lagu orisinal berjudul Winner. Acara di panggung ini dimulai dengan penampilan Maetoso (Band) setelah dibuka oleh MC.

Setelah Maetoso (Band) beres tampil, ada break dzuhur dulu. Setelah break dzuhur, acara dilanjutkan dengan J-Karaoke competition dengan juri Mas Xhinji dan Mas Tifa.

Xhinji tampil setelah menjadi Juri J-Karaoke. Suara Xhinji benar-benar mantap sampai terdengar indah ke seluruh aula acara.

Acara dilanjutkan dengan CosWalk Competition dinilai oleh Mas Shin dan Mas B***. Shin tampil setelah menjadi juri. Noize (Band) tampil membawakan beberapa lagu untuk penonton. Setelah Noize (Band) beres tampil, Acara dilanjutkan dengan Idol Cover Competition dengan juri Fira dari FIBeats, Puspa dari Saywon, dan Mas B***. Sugar Rush tampil membawakan lagu dari sakamichi. Mereka membawakan lagu Nerve sebagai lagu terakhir penampilan mereka. Setelah Sugar Rush, Thalie (Band) tampil sebelum break maghrib. SayWon membuka booth untuk menjual merchandise dan mengadakan cheki bersama member. Selepas break maghrib, Hyakushiki (band) tampil. Setelah itu, SayWon tampil. mereka membawakan lagu Yoake Brand New Days. Mereka juga membawakan lagu orisinal mereka berjudul Winner. FIbeats tampil dengan beberapa lagu yang dibawakan. Saat mereka tampil dengan full team, mereka membawakan Want You! Want You! dari =Love. Pada lagu terakhir, mereka menyanyikan Asthma dari There There Theres. There There Theres ini sebelumnya Bellring Shoujo Heart dan dibentuk kembali dari beberapa member lalu sudah last stage pada Februari tahun ini. Lagu Asthma ini lumayan terkenal karena memberikan interaksi penonton yang meriah. Fibeats sempat ikut dalam circling di bawah panggung bersama penonton.

Pengumuman pemenang J-Karaoke Competition, CosWalk Competition dan Idol Cover Competition diumumkan sebelum penutupan. Pemenang Idol Cover Competition adalah BabyMetal Malang dan juara keduanya adalah Akiramenna. Acara ditutup dengan penampilan DJ Koko yang membawakan lagu dari kamen rider dan beberapa anime hingga selesai.

Overall, acara ini cukup banyak didatangi oleh pengunjung dan cukup meriah. Stand makanan cukup bervariasi. Ada Cross Gathering yang ikut dalam community booth dan mereka mengadakan main bersama fighting game di booth mereka. Booth Komunitas lainnya juga banyak dikunjungi. Acara di panggung juga bervariasi seperti yang sudah disebutkan di atas. Acara ini terbilang lebih sukses dibandingkan acara pendahulunya. PS : penulis berkunjung ke acara ini sekaligus diundang menjadi juri di acara ini. :D

Acara Komunitas Anime dan J-Culture di Malang

Event seperti DISB adalah bagian penting dari ekosistem komunitas anime dan J-culture di Malang. Di luar konten digital yang bisa diakses dari rumah, acara-acara fisik seperti ini memberikan sesuatu yang berbeda: pertemuan langsung dengan sesama penggemar, penampilan live yang tidak bisa direplikasi di layar, dan kesempatan untuk menemukan komunitas baru.

Malang Seperti Bandung punya tradisi panjang sebagai kota yang aktif dalam komunitas subkultur โ€” dari komunitas musik independen hingga komunitas cosplay dan anime. Event seperti DISB adalah wujud nyata dari vitalitas komunitas itu.

Untuk Mamangreviewers yang Belum Pernah Datang ke Event Serupa

Kalau belum pernah datang ke event anime atau J-culture sebelumnya, pengalaman pertamanya bisa cukup overwhelming โ€” banyak orang, banyak hal yang terjadi bersamaan, dan antusiasme yang terasa sangat intens dibanding lingkungan sehari-hari. Tapi justru itulah yang membuatnya berkesan.

Saran Penulis: datang dengan ekspektasi terbuka, sisihkan waktu untuk menjelajahi semua booth komunitas, dan jangan lupa makan dulu sebelum datang โ€” stand makanan di event seperti ini sering kali antriannya panjang dan harganya sedikit lebih tinggi dari biasanya.

Konteks dan Relevansi

Setiap karya โ€” baik film, musik, acara, atau bentuk hiburan lainnya โ€” hadir dalam konteks tertentu yang mempengaruhi bagaimana ia diterima. Memahami konteks ini membantu dalam mengevaluasi karya secara lebih adil: bukan sekadar "enak atau tidak" tapi "apa yang ingin disampaikannya, dan seberapa berhasil?"

Dalam lanskap hiburan yang semakin ramai, karya yang punya sudut pandang yang jelas dan eksekusi yang konsisten selalu punya tempatnya โ€” meski bukan untuk semua orang. Dan itulah yang paling penting dari sebuah karya: kejujurannya, bukan universalitasnya.

Untuk Mamangreviewers yang ingin menentukan apakah karya ini layak untuk waktu mereka, pertimbangkan terlebih dahulu apa yang paling dihargai dari sebuah pengalaman hiburan โ€” dan cek apakah karya ini menawarkan itu.