Bubur Ayam PMI 79
Bubur ayam legendaris di kawasan Cihapit Bandung dengan istilah unik seperti bubur acak dan bubur apel yang sudah ada sejak lama
Di Bandung, nama bubur ayam yang bertahan lama biasanya punya alasan kuat untuk terus diingat. Bubur Ayam PMI 79 adalah salah satunya — bukan sekadar karena namanya, tapi karena cara mereka menyebut menu pun sudah punya bahasa sendiri.
Sejarah dan Lokasi
Bubur Ayam PMI 79 dulunya berjualan di sebelah gedung PMI Jalan Aceh, Bandung — dari situlah nama "PMI" melekat. Kini lapak utamanya sudah pindah ke halaman DPD Pepabri Jabar di Jalan Aceh No. 89, Kota Bandung.
Penulis mencoba bubur ayam ini pada awal bulan Juli 2022 di lokasi tersebut. Tempatnya cukup mudah ditemukan — letaknya di pinggir jalan, dan meja-meja sudah tersedia untuk makan di tempat.
Istilah Menu yang Unik
Hal pertama yang langsung menarik perhatian Penulis adalah istilah yang digunakan untuk menyebut menu. Di sini tidak ada istilah "bubur ayam biasa" — semuanya punya nama sendiri:
- Bubur acak — singkatan dari bubur ayam cakue
- Bubur apel — singkatan dari bubur ayam ati ampela
Nama-nama ini sudah jadi bagian dari identitas PMI 79. Pelanggan lama sudah hafal, tapi buat yang pertama kali datang, istilah ini bisa membuat senyum heran sebelum akhirnya paham maknanya.
Yang Penulis Coba: Bubur Acak
Penulis memesan bubur acak alias bubur ayam cakue. Harganya Rp 17.000 untuk satu porsi penuh, atau Rp 15.000 untuk setengah porsi. Pilihan setengah porsi ini praktis bagi yang nafsu makannya tidak terlalu besar atau sekadar ingin sarapan ringan.
Buburnya bertekstur kental — bukan bubur encer yang cepat habis dari mulut. Isiannya sesuai namanya: irisan ayam dan cakue. Irisan ayamnya cukup tebal, bukan potongan tipis yang sekadar jadi pelengkap.
Yang paling berkesan bagi Penulis adalah rasa buburnya sendiri sudah cukup tanpa perlu tambahan kecap atau sambal. Ada keseimbangan rasa gurih dan rempah yang pas sejak sendokan pertama — sesuatu yang tidak selalu ditemui di bubur ayam lain.
Topping dan Pelengkap
Di atas meja tersedia kecap manis, kecap asin, sambal, dan irisan daun bawang — semua tersedia sebagai pelengkap bagi yang ingin menyesuaikan rasa. Namun sekali lagi, buburnya sendiri sudah enak tanpa tambahan apa pun.
Selain menu standar, ada pilihan topping tambahan yang bisa dipesan:
- Ayam
- Cakue
- Ati ampela
- Telur
- Usus kering
Kisaran harga keseluruhan menu di PMI 79 berada di antara Rp 12.000 hingga Rp 25.000 — masih sangat terjangkau untuk bubur ayam dengan reputasi sekelas ini.
Cabang dan Lokasi Lain
Penulis pertama kali mencoba Bubur Ayam PMI 79 pada Desember 2018, dan kembali lagi pada Januari 2019 di cabangnya yang berlokasi di Kantinnasion The Panasdalam, Jalan Ambon No. 8A.
Lokasi Jalan Ambon ini tidak jauh dari Jalan Cihapit — cukup belok kanan ke Jalan Aceh, lewati perempatan Jalan Lombok–Aceh, lalu belok kiri ke Jalan Flores hingga ke belokan Jalan Flores–Ambon. Tempat di Jalan Ambon lebih luas dengan lebih banyak pilihan meja.
Selain itu, PMI 79 juga memiliki cabang di Satuarah Koffie & Mocktails di Jl. Ir. H. Juanda No. 450A, Dago, Kota Bandung — pilihan yang lebih strategis bagi yang berada di area Dago.
Penilaian Penulis
Bubur Ayam PMI 79 adalah bubur ayam yang memang layak disebut legendaris di Bandung. Teksturnya kental, rasa buburnya sudah seimbang tanpa perlu banyak tambahan, dan isiannya tidak pelit. Istilah unik seperti "bubur acak" dan "bubur apel" juga menambah kesan bahwa tempat ini punya karakter sendiri — bukan sekadar warung bubur biasa.
Untuk Mamangreviewers yang ingin mencoba, ikuti akun Instagram Bubur Ayam PMI 79 untuk info terbaru, atau pesan melalui GoFood dan GrabFood yang tersedia untuk area tertentu.