Food & Beverage★★★☆☆ 3/5

Bubur Ayam Special Pagi Kuningan — Kuah Opor di Depan SD Tikukur

Bubur ayam berkuah opor bersantan di Jalan Tikukur Bandung — gurih ringan, harga terjangkau, ramai di akhir pekan

Harbhum··4 min read

Di Bandung, bubur ayam berkuah memang bukan hal baru — tapi tidak semua kuahnya sama. Di sinilah Bubur Ayam Special Pagi Kuningan punya keunggulan: kuahnya bukan kari, melainkan lebih ke arah opor ayam yang gurih dan bersantan.

Lokasi

Penjual berjualan di depan SD Tikukur, ke arah Lapangan Puter. Dari Jalan Suci, masuk ke Jalan Puter lalu belok kiri ke Jalan Tikukur — penjual ada di sisi jalan, bersebelahan dengan penjual kupat tahu dan surabi. Alamat lengkap: Jl. Tikukur No. 1, Kota Bandung.

Isi Semangkuk Bubur

Satu porsi sudah dilengkapi dengan kuah opor ayam bersantan, irisan ayam, kacang, dan bawang goreng. Kacang dan bawang goreng memberikan sensasi kriuk yang kontras dengan tekstur bubur yang lembut — tidak terasa monoton di setiap suapan.

Di meja tersedia kecap manis, kecap asin, sambal, dan merica bubuk. Sambalnya cukup pedas. Untuk topping tambahan, ada sate usus dan sate telur yang bisa dipesan terpisah.

Perbandingan dengan Bubur Berkuah Kari

Kalau Bubur Ayam Mang Entis terkenal dengan kuah kari yang kental dan kuat rempahnya, bubur Kuningan ini berbeda arah — kuah opornya lebih ringan dan lembut, dengan aroma santan yang harum. Cocok untuk yang ingin bubur berkuah tapi tidak ingin rasa yang terlalu "berat".

Harga

  • Setengah porsi: Rp 7.000
  • Satu porsi: Rp 9.000

Untuk ukuran bubur ayam berkuah dengan topping lengkap di Bandung, harga ini termasuk sangat terjangkau.

Soal Rasa Secara Keseluruhan

Yang paling Penulis hargai dari bubur ini adalah keseimbangan rasanya. Kuah opor tidak terlalu kental dan tidak terlalu encer — porsinya pas untuk meresap ke dalam bubur tanpa membuatnya berubah jadi sup. Irisan ayamnya tidak terlalu banyak tapi cukup — setiap suapan masih dapat giliran bertemu ayam.

Sambalnya sendiri cukup berkarakter: bukan sambal kecap yang manis, tapi sambal yang benar-benar pedas. Cocok untuk menambah dimensi rasa di akhir suapan.

Kombinasi kacang dan bawang goreng di atas bubur adalah detail kecil yang sering diremehkan — tapi di sini keduanya hadir dalam jumlah yang cukup, tidak sekadar taburan simbolis.

Perbandingan Singkat dengan Bubur Berkuah Lain di Bandung

Bubur ayam berkuah di Bandung terbagi dalam beberapa gaya. Ada yang berkuah kari seperti Bubur Kajojo Mang Entis di Cikutra — kuahnya kuat berempah dan berwarna kuning. Ada yang berkuah kental bersantan seperti Bubur Ayam Pak Zaenal di Simpang Dago — lebih ringan dan harum pandan.

Bubur Kuningan ini berada di titik tengah yang menarik: kuah opornya lebih gurih dari kuah pandan, tapi tidak sekuat rempah kari. Karakter ini cocok untuk yang ingin variasi tapi tidak siap dengan rasa yang terlalu "berat" di pagi hari.

Catatan: Ramai di Akhir Pekan

Di akhir pekan, antriannya sudah cukup panjang sejak pagi. Datang lebih awal adalah pilihan terbaik — atau manfaatkan GoFood kalau tidak sempat datang langsung.

Untuk kunjungan pertama, Penulis menyarankan datang di hari biasa dan pagi-pagi untuk bisa menikmati bubur dengan tenang sambil melihat aktivitas di sekitar SD Tikukur yang mulai ramai.

Kesimpulan

Bubur Kuningan di kawasan SD Tikukur adalah salah satu bubur berkuah opor terbaik yang pernah Penulis coba di Bandung. Keseimbangan rasa, kelengkapan topping, dan ketersediaan via GoFood menjadikannya pilihan sarapan yang solid — baik untuk yang mau datang langsung maupun yang lebih nyaman pesan dari rumah.

Secara keseluruhan, Bubur Kuningan layak masuk dalam daftar destinasi sarapan Bandung yang tidak boleh dilewatkan. Datang pagi, bawa selera yang terbuka, dan jangan lupa coba versi lengkap dengan semua toppingnya.

Mencari Parkir dan Tips Kunjungan

Jalan Tikukur bukan jalan yang lebar, dan area sekitar SD Tikukur di pagi hari bisa cukup padat — terutama di hari sekolah saat area lalu lalang orang tua dan murid. Datang terlalu mepet dengan waktu masuk sekolah bisa membuat proses parkir dan akses ke penjual sedikit lebih ribet.

Waktu ideal: sebelum pukul 8 pagi di hari biasa, atau sekitar pukul 7 pagi di akhir pekan untuk menghindari antrian yang mulai mengular. Di akhir pekan, Jalan Tikukur juga lebih lengang karena tidak ada lalu lintas pelajar.

Soal Topping Sate dan Urutan Makan

Sate usus dan sate telur yang dijual terpisah adalah cara yang bagus untuk menambah dimensi pengalaman makan — tapi ada urutan yang disarankan. Makan buburnya dulu hingga separuh, baru gigit sate di sela-selanya. Ini membuat kontras antara bubur hangat yang gurih dengan sate yang sedikit lebih padat rasanya lebih terasa.

Sambalnya yang cukup pedas juga sebaiknya ditambahkan sedikit demi sedikit, bukan sekaligus — karena rasa pedas yang terlalu kuat di awal bisa mengaburkan rasa kuah opor yang jadi keunggulan bubur ini.

Untuk Mamangreviewers yang tidak sempat datang langsung, opsi GoFood yang tersedia setidaknya bisa jadi pilihan darurat — meski tentu saja menikmati bubur panas langsung dari penjualnya adalah pengalaman yang berbeda.