Ayam Crisbar Cabang Gang Pelita II: Crispy, Manis, dan Ada Kejutan Mozzarella-nya
Review Ayam Crisbar cabang Gang Pelita II di belakang Universitas Widyatama Bandung โ paket Nikmat Crisbar Mozzarella Spesial yang menghadirkan ayam crispy bakar dengan keju mozzarella leleh, scrambled egg, dan kale spicy dalam satu piring.

Ayam goreng crispy di Bandung sudah banyak. Tapi Crisbar punya tawaran yang sedikit berbeda โ ayam crispy yang dibakar dulu sebelum disajikan, lalu ditutup dengan keju mozzarella leleh di atasnya. Penulis mampir ke cabang Gang Pelita II, tepat di belakang Universitas Widyatama Bandung, dan mencoba paket andalannya langsung.

Lokasi dan Suasana
Crisbar cabang Widyatama ini berlokasi di Gang Pelita II, mudah dijangkau dari area kampus. Tempatnya bersih dengan identitas visual yang kuat โ dominan kuning dan hitam, dari meja hingga papan menu di layar digital. Sertifikat halal terpajang di tiang tengah, langsung terlihat dari kasir.



Soal pembayaran: Crisbar di sini hanya menerima QRIS dan Debit โ tidak ada transaksi tunai. Informasi ini sudah ada di area kasir, jadi pastikan siapkan metode pembayaran non-tunai sebelum memesan.
Yang Dipesan
Penulis memesan Paket Nikmat Crisbar Mozzarella Spesial seharga Rp28.182, ditambah Sweet Iced Tea Rp6.363. Total sekitar Rp34.545.

Paket ini hadir dengan:
- Ayam Crisbar (crispy + dibakar)
- Scrambled Egg Pack
- Keju Mozzarella
- Sambal Bawang
- Nasi Ala Carte
- Kale Spicy
Tampilan Saat Disajikan
Pesanan datang di piring hitam matte yang cukup estetik. Ayam crispy berbumbu merah duduk di tengah dengan mozzarella leleh di atasnya, kale spicy berwarna hijau gelap di sisi kiri, dan scrambled egg oranye di sisi kanan. Nasi dibungkus kertas kotak-kotak khas Crisbar.

Tampilannya rapi dan terasa ada usaha dalam penyajiannya โ tidak sekadar taruh dan sudah.
Rasa: Manis, Asin, dan Berlapis
Ini bagian yang menarik. Ayam Crisbar punya karakter rasa yang lebih manis dari ayam crispy pada umumnya โ kemungkinan dari proses marinasi sebelum digoreng dan dibakar. Setelah digigit, dagingnya juicy dan tidak kering meski sudah melalui dua proses masak.

Tekstur kulitnya masih terasa crispy, meski tidak sekering ayam crispy yang langsung digoreng tanpa dibakar. Proses pembakaran membuat minyaknya kembali meresap ke kulit, sehingga hasilnya sedikit lebih lembek di bagian luar โ tapi tidak sampai mengganggu.

Keju mozzarella di atasnya mengubah keseluruhan profil rasa. Manisnya ayam bertemu dengan asinnya mozzarella โ hasilnya justru lebih seimbang dan kompleks. Mozzarella-nya meleleh dengan baik dan tidak pelit takarannya.

Scrambled egg yang oranye mencolok ternyata berbumbu โ menambah dimensi rasa yang berbeda dari telur dadar biasa. Kale spicy di sisinya memberikan sedikit kontras rasa pahit dan pedas ringan yang menyegarkan di antara suapan ayam dan keju.
Detail Kecil yang Tidak Boleh Dilewatkan
Di atas meja tersedia sarung tangan plastik โ letaknya dekat tisu, bisa langsung diambil sendiri. Ini memudahkan makan ayam goreng tanpa perlu basah-basahan tangan, mirip kebiasaan makan ayam goreng di Korea. Untuk yang tidak ingin tangannya penuh bumbu, ini sangat membantu.

Soal Porsi dan Kenyang
Untuk harga sekitar Rp28 ribuan, porsinya tergolong cukup dan mengenyangkan untuk makan siang. Penulis sudah cukup kenyang setelah menghabiskan semuanya, sampai tidak sempat mencoba refill yang katanya tersedia โ entah refill nasi atau minuman, belum sempat dikonfirmasi langsung.
Kesimpulan
Ayam Crisbar Mozzarella Spesial adalah pilihan makan siang yang solid di area Widyatama. Kombinasi ayam crispy-bakar dengan mozzarella menghasilkan rasa yang lebih menarik dari ayam crispy biasa โ manisnya ayam dan asinnya keju saling melengkapi. Porsinya juga tidak mengecewakan untuk harganya.
Yang perlu dicatat: siapkan QRIS atau kartu debit, karena tidak ada opsi tunai. Dan jangan lupa ambil sarung tangan plastik di meja sebelum mulai makan โ tangan bersih, makan lebih nyaman.
Pernah mampir ke Crisbar atau punya rekomendasi ayam crispy lain di sekitar Widyatama? Ceritakan di kolom komentar! Jangan lupa ikuti akun Instagram Mamang Review dan subscribe ke channel YouTube Mamang Review untuk ulasan kuliner lainnya.
Mengapa Kuliner Nasi Khas Daerah Punya Tempat di Bandung
Bandung dikenal sebagai kota yang terbuka terhadap berbagai pengaruh kuliner โ dari pecel lele Jawa hingga soto Betawi, dari sate Madura hingga nasi kuning Sulawesi, semuanya bisa menemukan tempatnya di kota ini. Ini bukan kebetulan: posisi Bandung sebagai kota pelajar dan tujuan wisata membuat selera dan kebiasaan makan warganya sangat beragam.
Kuliner yang berakar dari daerah tertentu โ apapun itu โ selalu punya nilai lebih yang tidak bisa digantikan: autentisitas. Ketika seseorang dari luar kota atau luar provinsi menemukan rasa yang mengingatkan pada kampung halaman, ada dimensi emosional yang ikut terlibat dalam pengalaman makan itu.
Bagi Mamangreviewers yang penasaran mencicipi kuliner dari berbagai daerah tanpa harus bepergian jauh, Bandung menyediakan cukup banyak pilihan yang layak dijelajahi.
Soal Harga dan Nilai
Dalam mengevaluasi kuliner, harga tidak pernah bisa dilepaskan dari nilai yang ditawarkan. Bukan hanya nilai dalam arti porsi versus rupiah yang dikeluarkan, tapi juga nilai pengalaman โ seberapa menyenangkan proses makannya, seberapa konsisten kualitasnya, dan seberapa sering Mamangreviewers mau kembali.
Kuliner jalanan dan warung sederhana sering kali memenangkan pertarungan nilai ini dibandingkan restoran yang jauh lebih mahal. Bukan karena yang mahal selalu buruk โ tapi karena di warung sederhana, tidak ada biaya dekorasi, parkir valet, atau promosi yang dibebankan ke harga makanan. Yang dibayar adalah makanannya saja.
Pada akhirnya, Mamangreviewers sendiri yang paling tahu nilai seperti apa yang paling sesuai dengan preferensi dan anggaran masing-masing. Yang penting adalah keputusan itu dibuat berdasarkan pengalaman nyata โ bukan hanya dari foto yang bagus di media sosial.